A.M. Hendropriyono Ingatkan Bahaya Adu Domba Sesama Anak Bangsa
Jakarta (ANTARA) – Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal TNI (Purn.) A.M. Hendropriyono mengingatkan seluruh elemen bangsa untuk mewaspadai adanya adu domba pihak tertentu. Menurutnya, upaya adu domba dilakukan melalui penyebaran informasi yang tidak benar, hoaks, dan provokasi sebagai bentuk penghancuran persatuan bangsa.
Waspada Terhadap Informasi Hoaks dan Provokasi
Hendropriyono menyoroti situasi terkini yang cenderung mengancam keutuhan bangsa. Sejarah telah membuktikan bahwa perpecahan sering kali dimulai dari informasi yang menyesatkan atau kecurigaan yang disuntikkan ke dalam masyarakat. Dalam negara demokrasi, perbedaan pendapat seharusnya diselesaikan secara damai dan konstitusional, bukan dengan adu domba yang dapat memicu ketegangan.
Masyarakat diminta untuk waspada terhadap segala bentuk upaya yang dapat memperkuat kebencian, permusuhan, atau tindakan melanggar konstitusi yang berpotensi merusak pemerintahan yang sah. Dalam kondisi saat ini, Hendropriyono menekankan pentingnya menggunakan akal sehat, memeriksa kebenaran informasi sebelum dipercayai, dan tetap mengedepankan hukum sebagai landasan perilaku.
Komitmen Terhadap Stabilitas Negara
Selaku penerima Bintang Republik Indonesia Utama dari Presiden Prabowo Subianto, Hendropriyono memastikan bahwa kritik terhadap kebijakan pemerintah adalah bagian dari demokrasi, namun harus dilakukan secara konstitusional. Tuduhan yang mengaitkan dirinya dengan upaya menggulingkan pemerintah tanpa bukti yang jelas dianggap sebagai hoaks dan fitnah.
Hendropriyono mengajak masyarakat untuk tetap waspada terhadap penyebaran hoaks dan informasi palsu, serta memastikan bahwa segala tindakan yang diambil adalah dalam koridor hukum dan konstitusi. Dengan komitmen pada Sumpah Prajurit, Hendropriyono menegaskan bahwa tujuan utamanya selalu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pancasila, UUD 1945, dan stabilitas nasional.


