Ahmad Basarah: Diplomasi Internasional dan Cinta Megawati pada RI
Ketua Dewan Penasihat Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (PP Bamusi), Ahmad Basarah, menilai kecintaan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri terhadap Indonesia tidak berhenti pada simbol dan pidato. Menurut dia, sikap itu juga tampak dalam cara Megawati membawa nama bangsa di forum keagamaan, diplomasi internasional, hingga pertemuan resmi di luar negeri. Basarah menyampaikan pandangan tersebut saat Peringatan Nuzulul Quran di Jakarta.
Syukur Megawati Ditunjukkan Lewat Ibadah di Tanah Suci
Basarah menyoroti momen ketika Megawati menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Princess Nourah Bint Abdulrahman University di Riyadh, Arab Saudi. Setelah penganugerahan itu, Megawati disebut menunjukkan rasa syukur dengan berziarah ke makam Rasulullah di Madinah dan menunaikan umrah di Mekah. Bagi Basarah, langkah tersebut memperlihatkan bahwa penghormatan atas pencapaian akademik tidak dilepaskan dari nilai spiritual yang ia pegang.
Acara Peringatan Nuzulul Quran yang digelar PP Bamusi juga menjadi ruang refleksi tersendiri. Dalam kegiatan itu, penghargaan atas gelar doktor kehormatan Megawati turut disambut, sementara ibadah umrah bersama anak-anaknya, Puan Maharani dan Prananda Prabowo, menjadi bagian dari rangkaian yang mendapat perhatian para hadirin.
Diplomasi, Pancasila, dan Isu Kemanusiaan Global
Di sisi lain, lawatan Megawati ke luar negeri dalam beberapa waktu terakhir juga dipandang sebagai kelanjutan dari peran diplomatik yang membawa identitas Indonesia. Ia menghadiri undangan Zayed Award for Human Fraternity 2026 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, untuk berbicara mengenai Pancasila, Trisakti, serta kepemimpinan perempuan dalam mendorong perdamaian dunia.
Sebelumnya, Megawati juga bertemu Putra Mahkota Abu Dhabi Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan. Pertemuan itu membahas kerja sama riset antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) RI dan UEA, khususnya pengembangan teknologi penyulingan air sebagai upaya menghadapi krisis iklim. Basarah menilai agenda-agenda tersebut menunjukkan bahwa diplomasi Indonesia bisa bergerak melalui jalur pengetahuan, kemanusiaan, dan gagasan kebangsaan.
Dukungan Bamusi dan Pesan Al-Quran
Wakil Ketua Umum PP Bamusi Nasyirul Falah Amru menegaskan bahwa seluruh pengurus mendukung sikap dan pesan kenegarawanan yang disampaikan Megawati dari luar negeri. Menurut dia, apa yang dilakukan Megawati sejalan dengan semangat organisasi yang ingin merawat nilai Islam sekaligus kebangsaan.
Dalam peringatan Nuzulul Quran itu, ceramah disampaikan Habib Ali Hasan Bahar. Ia menjelaskan bahwa Al-Quran adalah kitab yang sangat dermawan dan memberi manfaat bagi umat manusia. Menurut Habib Ali, Al-Quran dapat dipahami oleh siapa pun yang membacanya, baik yang mengerti bahasa Arab maupun tidak, karena petunjuknya tetap memberi makna bagi kehidupan. Acara tersebut juga dihadiri Sekretaris Dewan Penasihat PP Bamusi Abdullah Azwar Anas serta anggota Dewan Pembina PP Bamusi Daryatmo.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.


