Bank Mandiri-Kemenhan Bangun 5 Jembatan Bailey di Sumatera

Bank Mandiri dan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia bergerak bersama membangun lima jembatan bailey di sejumlah wilayah Sumatera yang terdampak banjir dan tanah longsor. Pembangunan ini menjadi salah satu upaya paling mendesak untuk membuka kembali akses yang sempat terputus, terutama di daerah yang mengalami isolasi akibat rusaknya infrastruktur dasar.

Fokus pada pemulihan akses warga

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk dukungan nyata perseroan sebagai mitra strategis pemerintah dalam mempercepat penanganan dampak bencana. Menurut dia, pemulihan konektivitas menjadi kunci agar aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat bisa kembali bergerak normal setelah bencana melanda.

Jembatan tipe bailey dipilih karena sifatnya yang praktis dan cepat dipasang di medan yang terdampak bencana. Dengan karakter itu, jembatan dapat segera digunakan untuk memperlancar mobilitas warga sekaligus membantu distribusi bantuan logistik ke wilayah yang sulit dijangkau.

Respons terpadu untuk wilayah terdampak

Kolaborasi antara Bank Mandiri dan Kementerian Pertahanan ini juga menunjukkan pentingnya respons terpadu dalam menghadapi situasi darurat. Pembangunan jembatan tidak hanya ditujukan untuk membuka jalur transportasi, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi di tengah proses pemulihan.

Selain proyek jembatan, Bank Mandiri sejak akhir November hingga pertengahan Desember 2025 juga menyalurkan bantuan kemanusiaan ke sejumlah daerah di Sumatera. Langkah itu menjadi bagian dari rangkaian dukungan yang terus dilakukan perseroan untuk merespons kondisi pascabencana secara cepat dan terukur.

Pemulihan berlanjut hingga 2026

Upaya pemulihan tidak berhenti pada pembukaan akses jalan. Pada awal 2026, Bank Mandiri juga terlibat dalam pembangunan 600 unit hunian sementara di Kabupaten Aceh Tamiang untuk membantu warga yang kehilangan tempat tinggal. Di lapangan, relawan Mandiri Tanggap Bencana turut dikerahkan untuk mendampingi masyarakat, mulai dari penyaluran logistik, layanan kesehatan, hingga pemulihan psikososial.

Rangkaian langkah tersebut memperlihatkan bahwa penanganan bencana di Sumatera tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan sesaat, tetapi juga pada pemulihan yang lebih menyeluruh agar masyarakat bisa kembali berdiri dan beraktivitas dengan lebih baik.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

Berita POpuler

Berita Terkait