BPS-Morowali Kerahkan 164 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, telah menyiapkan 164 petugas lapangan dan pengawas untuk melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 guna mendukung pembangunan daerah. Hal ini merupakan upaya yang penting untuk memetakan potensi ekonomi secara lebih baik.
Langkah Strategis BPS Morowali
Kepala BPS Morowali, Gladius Alfonsus, menyampaikan bahwa jumlah petugas yang diterjunkan sebanyak 164 orang terdiri dari petugas lapangan dan pengawas. Mereka akan mendata sekitar 48.038 unit usaha dari berbagai sektor ekonomi, sosial, keluarga, UMKM, dan perusahaan besar di daerah tersebut.
Selain itu, Sensus Ekonomi 2026 juga akan mencakup aspek sosial, pertanian, dan data mengenai tenaga kerja asing. Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif tentang struktur perekonomian masyarakat setempat.
Pentingnya Sensus Ekonomi
Sekretaris Daerah Kabupaten Morowali, Yusman Mahbub, menjelaskan bahwa sensus ekonomi memiliki peranan kunci dalam mendukung arah pembangunan daerah. Hal ini karena pola ekonomi masyarakat telah berubah signifikan, terutama dengan adanya aktivitas usaha digital yang semakin berkembang.
Proses pendataan dari rumah ke rumah dilakukan untuk menyesuaikan dengan perkembangan tersebut. Data yang dikumpulkan tidak hanya untuk kepentingan pajak, melainkan juga untuk memahami sejauh mana transformasi ekonomi konvensional ke ekonomi digital telah terjadi di masyarakat.
Yusman menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Morowali mendukung penuh pelaksanaan sensus ekonomi ini. Data yang akurat akan menjadi landasan yang valid dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi daerah yang relevan dengan zaman.
Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan BPS, diharapkan program Sensus Ekonomi 2026 dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi pembangunan daerah.


