Sebuah tim dokter melakukan operasi mata katarak untuk seorang pengurus masjid di Rumah Sakit Mata Achmad Wardi BWI-DD, Kota Serang, Banten. Rumah sakit mata berbasis wakaf ini menyelenggarakan bakti sosial selama bulan Ramadhan dengan memberikan pemeriksaan dan operasi katarak gratis untuk para pengurus masjid se-Provinsi Banten. Tujuannya adalah untuk mengurangi angka kebutaan dan meningkatkan kualitas hidup. Dokter spesialis mata subspesialis mata katarak dan bedah refraksi, dr. Amir Shidik, menekankan bahwa pengobatan katarak tidak dapat hilang hanya dengan menggunakan obat tetes mata. Menurutnya, operasi adalah satu-satunya jalan untuk mengatasi masalah katarak pada mata.
Permasalahan katarak disebabkan oleh beberapa faktor risiko seperti usia lanjut, paparan ultraviolet, riwayat trauma mata, riwayat operasi mata sebelumnya, dan peradangan mata (Uveitis), serta penggunaan obat steroid, diabetes, obesitas, merokok, dan alkohol. Melalui tindakan operasi, lensa mata yang keruh akan diangkat dan diganti untuk mengembalikan kejernihan penglihatan pasien. Proses operasi katarak sekarang telah berkembang dengan teknik yang memungkinkan sayatan kecil yang lebih presisi serta mempercepat proses pemulihan pasien.
Dokter Amir menjelaskan bahwa operasi katarak saat ini hanya membutuhkan waktu 10-15 menit, menggunakan bius tetes, tanpa perlu jahitan, dan mata bisa langsung dibuka setelah operasi. Banyak mitos di masyarakat yang menjadi penghalang bagi seseorang untuk menjalani operasi katarak, seperti anggapan bahwa operasi katarak melibatkan pencopotan bola mata, padahal itu tidak benar. Oleh karena itu, penting untuk menghilangkan persepsi keliru tersebut agar masyarakat lebih percaya diri untuk menjalani operasi katarak.


