Donasi Rp 2,58 Miliar dari Pemkab Morowali Mengalir untuk Korban Bencana di Sumatera dan Aceh
Pemerintah Kabupaten Morowali menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp 2.580.873.000 bagi warga yang terdampak bencana alam di sejumlah wilayah Sumatera dan Aceh. Dana tersebut dihimpun dari kontribusi pemerintah daerah, para pemangku kepentingan, serta masyarakat Morowali yang ikut menunjukkan kepedulian terhadap situasi darurat di daerah lain.
Solidaritas dari Morowali untuk Daerah Terdampak
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, menyampaikan bahwa bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban para korban yang sedang menghadapi masa sulit. Menurut dia, dukungan seperti ini tidak hanya bernilai materi, tetapi juga menjadi tanda bahwa rasa kemanusiaan tetap hidup di tengah bencana.
Iksan juga menekankan pentingnya kebersamaan antardaerah. Dalam penyaluran bantuan itu, ia berharap donasi yang terkumpul dapat menjadi penguat semangat bagi para penyintas, sekaligus menghadirkan pesan bahwa mereka tidak menghadapi musibah ini sendirian.
Doa untuk Korban dan Keluarga yang Ditinggalkan
Selain menyerahkan bantuan, Pemkab Morowali turut menyampaikan doa bagi para korban yang meninggal dunia akibat bencana. Pemerintah daerah berharap mereka mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan, sementara keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta kekuatan untuk melalui masa berkabung.
Penyaluran donasi ini juga dipandang sebagai bentuk nyata kepedulian sosial dari seluruh unsur yang terlibat di Morowali. Di tengah kondisi darurat yang dialami masyarakat di Sumatera dan Aceh, langkah tersebut menjadi pengingat bahwa solidaritas lintas wilayah masih menjadi kekuatan penting saat bencana melanda.
Hadiri Penyaluran Bantuan
Kegiatan penyaluran bantuan itu turut dihadiri Wakil Bupati Iriane Iliyas, Sekretaris Daerah Yusman Mahbub, Kepala Dinas Sosial Ruhban, serta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Morowali. Kehadiran para pejabat daerah tersebut menegaskan bahwa bantuan kemanusiaan ini merupakan gerak bersama, bukan sekadar agenda seremonial pemerintah.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.


