Donggala Sepakat Kolaborasi Bersama Semua Pihak untuk Mengatasi Stunting
Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, menegaskan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam penanggulangan kasus stunting di wilayah tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala, Aprina Lingkeh, mengungkapkan bahwa upaya-upaya untuk mengurangi kasus stunting belum optimal dan belum mencapai sasaran yang tepat.
Tantangan dalam Menurunkan Angka Stunting
Menurut Aprina, pada triwulan pertama tahun 2026, angka prevalensi stunting di Donggala mencapai 17,53 persen, yang masih di atas target nasional 14,4 persen pada tahun 2029 mendatang. Salah satu tantangan utama adalah pemantauan balita yang belum optimal, dengan cakupan penimbangan balita baru mencapai 76,2 persen dari total sasaran.
Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala sedang mendorong penguatan intervensi spesifik seperti distribusi tablet tambah darah bagi remaja putri dan ibu hamil, peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, serta kampanye terkait konsumsi pangan bergizi.
Optimalisasi Intervensi untuk Mengatasi Stunting
Pemerintah daerah juga fokus untuk meningkatkan intervensi sensitif terkait penyediaan air bersih dan sanitasi yang layak guna meningkatkan kualitas lingkungan kesehatan masyarakat. Melalui pendekatan lintas sektor dan integrasi program berbasis masyarakat, diharapkan upaya penurunan stunting di Kabupaten Donggala dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Dengan target prevalensi stunting di Kabupaten Donggala pada tahun 2026 ditetapkan sebesar 24,3 persen, pihak terkait berkomitmen untuk terus melakukan langkah-langkah strategis berbasis data guna mencapai target tersebut. Kolaborasi dari berbagai pihak diharapkan mampu memberikan dampak positif yang signifikan dalam menekan angka stunting di Donggala.


