Program layanan kesehatan gratis “Sehat Bersama” yang diperkenalkan oleh Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) sedang menjadi sorotan oleh anggota DPRD setempat. Dalam rapat kerja bersama Dinas Kesehatan, anggota Komisi IV DPRD Parigi Moutong, H. Wardi, menyampaikan bahwa program ini perlu disosialisasikan lebih jelas agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
Menurut Wardi, program “Sehat Bersama” memiliki dua fokus utama, yaitu layanan ambulans gratis untuk pemulangan jenazah dan layanan jemput bola bagi masyarakat miskin yang sakit parah. Namun, hingga saat ini, kedua layanan tersebut belum berjalan optimal dan belum menunjukkan dampak yang signifikan.
Pertanyaan juga diajukan oleh Ketua Komisi IV DPRD Parimo, Sutoyo, terkait cakupan layanan ambulans gratis, terutama untuk pemulangan jenazah dari luar daerah. Plt Direktur RSUD Anutaloko Parigi, Irwan, menjelaskan bahwa program “Sehat Bersama” adalah bagian dari upaya penguatan layanan kesehatan gratis berbasis Universal Health Coverage (UHC).
Irwan juga menegaskan bahwa layanan kesehatan gratis di Parigi Moutong saat ini mencakup sekitar 88 hingga 90 persen, sehingga masyarakat dengan Nomor Induk Kependudukan dapat mengakses layanan kesehatan tanpa biaya tambahan. Program ini bertujuan untuk mengurangi dobel pembiayaan dan memastikan tidak ada lagi pungutan biaya untuk layanan kesehatan, termasuk ambulans rujukan.
Meskipun demikian, cakupan layanan pemulangan jenazah masih terbatas di wilayah Kabupaten Parimo, namun Pemerintah daerah membuka peluang untuk memperluas layanan hingga ke luar daerah jika didukung oleh kemampuan anggaran yang ada.


