Evaluasi Respons Cepat Pemerintah terhadap Sistem Perkeretaapian AMPG

PP AMPG Apresiasi Respons Cepat Pemerintah dalam Evaluasi Sistem Perkeretaapian

Jakarta (ANTARA) – Pengurus Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) mengapresiasi langkah cepat pemerintah, termasuk kehadiran langsung Presiden Prabowo Subianto yang meninjau korban kecelakaan kereta api di RSUD Bekasi serta instruksi untuk melakukan investigasi menyeluruh.

Ketua Umum PP AMPG Said Aldi Al Idrus menyatakan, “Kami melihat respons pemerintah sangat cepat dan tepat. Kehadiran Presiden di lokasi korban menunjukkan empati dan keseriusan negara dalam menangani krisis ini.”

Evaluasi Sistemik Terhadap Keselamatan Transportasi

PP AMPG menegaskan bahwa tragedi kecelakaan kereta api di Bekasi tidak boleh berhenti pada penanganan darurat semata. Diperlukan evaluasi sistemik terhadap keselamatan transportasi perkeretaapian nasional. Hal ini penting mengingat indikasi kecelakaan dipicu oleh rangkaian kejadian beruntun mulai dari insiden di perlintasan sebidang hingga dugaan kelalaian dalam sistem persinyalan dan operasional kereta.

Ketua AMPG menekankan, “Kejadian ini harus menjadi momentum untuk melakukan audit total terhadap sistem keselamatan perkeretaapian, mulai dari perlintasan sebidang, sistem sinyal, hingga standar operasional dan faktor human error.”

Dukungan Terhadap Langkah Investigasi KNKT

PP AMPG memberikan dukungan penuh terhadap langkah investigasi yang dilakukan oleh Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) dan mendorong agar hasilnya disampaikan secara transparan kepada publik. Lebih lanjut, AMPG menyoroti perlunya pembaruan teknologi persinyalan, peningkatan standar pelatihan, serta pengawasan bagi seluruh operator transportasi kereta api.

Ketua AMPG menyampaikan, “Kita tidak boleh menunggu tragedi berikutnya untuk bertindak. Evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh, cepat, dan berkelanjutan.”

PP AMPG juga menyampaikan duka cita atas tragedi kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/04), yang menyebabkan sedikitnya 16 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Artikel ini disadur dari ANTARA.

Source link

Berita POpuler

Berita Terkait