Gibran Percaya pada Transportasi Publik yang Modern dan Terintegrasi
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyatakan keyakinannya bahwa masyarakat akan mulai menggunakan transportasi publik jika fasilitas tersebut berbasis pada teknologi modern, nyaman, dan terintegrasi dengan baik. Hal ini termasuk dalam kerangka sistem moda raya terpadu (MRT) Jakarta.
Gibran melakukan tinjauan proyek MRT Jakarta Fase 2A lintas Harmoni–Sawah Besar di Jakarta pada hari Selasa. Saat ini, proyek tersebut telah mencapai progres sebesar 59,76 persen. Menurut Gibran, transportasi publik yang modern adalah salah satu prioritas dari pemerintahan saat ini.
Perkembangan Konstruksi MRT Jakarta Fase 2A
Dalam kunjungannya, Gibran didampingi oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, serta Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat. Mereka meninjau langsung kemajuan konstruksi bawah tanah, termasuk perjalanan melalui terowongan MRT.
Gibran juga memberikan apresiasi terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memberikan pembebasan tarif transportasi bagi 15 golongan masyarakat, termasuk lansia dan penyandang disabilitas. Namun, menurutnya, penting untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi agar aman dan nyaman bagi semua kalangan, terutama kelompok rentan.
Pengembangan Transportasi Publik Lainnya di Jakarta
Selain MRT, Gibran juga memberikan apresiasi terhadap pengembangan transportasi publik lainnya di Jakarta seperti LRT Jakarta dan Transjakarta. Ia juga menyoroti pentingnya perluasan layanan hingga wilayah aglomerasi sebagai upaya meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat.
Berdasarkan data terkini, proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A lintas Bundaran HI–Kota telah mencapai progres 59,76 persen. Pekerjaan konstruksi terus berlangsung, termasuk pembangunan dinding stasiun dan struktur di berbagai lokasi proyek. Konektivitas terowongan bawah tanah dari Stasiun Sawah Besar menuju Harmoni juga sudah dapat dilalui untuk keperluan teknis pekerjaan proyek.


