Gubernur Sulteng Tekankan Pentingnya Penurunan Kemiskinan
Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, menegaskan urgensi percepatan penurunan angka kemiskinan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027. Dalam kegiatan tersebut, Anwar Hafid menekankan pentingnya menangani kemiskinan sebagai “musuh bersama” dengan keterlibatan semua pihak terkait.
Musrenbang Sebagai Fondasi Perencanaan Pembangunan
Anwar Hafid menjelaskan bahwa Musrenbang bukan hanya seremonial belaka, melainkan tahapan penting dalam sistem perencanaan pembangunan nasional. Ia menekankan bahwa tidak akan ada program pembangunan tanpa melalui proses musrenbang, sehingga penekanan pada penurunan kemiskinan harus dilakukan secara terarah dan bersama-sama.
Dalam acara tersebut, Gubernur Sulteng menargetkan penurunan angka kemiskinan hingga 5 persen pada tahun 2030. Hal ini karena evaluasi menyeluruh kondisi kemiskinan saat ini sangat diperlukan, mengingat potensi besar yang dimiliki daerah tersebut.
Penyusunan RKPD 2027
Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah, Arfan, menyebutkan bahwa penyusunan RKPD 2027 ditargetkan selesai pada bulan Juni 2026 sebagai bagian dari perencanaan pembangunan daerah. RKPD tersebut diharapkan dapat memuat sekitar 150 program, 349 kegiatan, dan 1.356 subkegiatan, serta mengakomodasi 7.392 usulan dari berbagai pihak.
Arfan juga menekankan bahwa tema RKPD 2027 akan sejalan dengan visi pembangunan nasional dan program prioritas pemerintah pusat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menurunkan angka kemiskinan. Dengan demikian, melalui musrenbang ini diharapkan tercipta sinkronisasi program pembangunan lintas sektor dan wilayah demi kebijakan yang lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan.


