Harmonisasi Hasil Musda Wahdah Islamiyah dengan Visi Pembangunan Kota Palu

Harmonisasi Hasil Musda Wahdah Islamiyah dengan Visi Pembangunan Kota Palu

Musyawarah Daerah ke-IV Dewan Pimpinan Daerah Wahdah Islamiyah Kota Palu menjadi ruang penting untuk menegaskan kembali peran organisasi keagamaan dalam menjaga harmoni sosial dan mendukung arah pembangunan daerah. Kegiatan yang resmi dibuka oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Palu, Abidin, itu mengangkat tema “Bersatu Berjuang Menjaga dan Memajukan Kota Palu Tercinta”.

Acara tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, perwakilan Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, serta sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua DPW Wahdah Islamiyah Sulawesi Tengah K.H. Muhammad Yani Abdul Karim dan Ketua DPD Wahdah Islamiyah Kota Palu Ustaz Bahrul Ulum. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan bahwa Musda tidak hanya menjadi agenda internal organisasi, tetapi juga bagian dari percakapan yang lebih luas tentang masa depan Kota Palu.

Pesan Persatuan di Tengah Tantangan Zaman

Dalam sambutannya, Abidin menilai tema yang diusung sejalan dengan kebutuhan saat ini. Menurut dia, persatuan dan semangat perjuangan tetap menjadi fondasi utama untuk menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemasyarakatan. Ia menekankan bahwa kemajuan kota tidak bisa dilepaskan dari suasana yang aman, harmonis, dan berkelanjutan.

Abidin juga menyoroti pentingnya memperkuat tiga bentuk ukhuwah, yakni ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah. Ketiganya dinilai menjadi modal sosial yang relevan di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, sekaligus menjadi penopang agar masyarakat tetap solid dalam menghadapi berbagai dinamika.

Harapan Lahirnya Kepemimpinan yang Visioner

Lebih jauh, Abidin berharap Musda ke-IV ini dapat melahirkan kepemimpinan baru yang mampu membawa program kerja yang visioner, moderat, dan inklusif. Baginya, organisasi keagamaan memiliki peran strategis bukan hanya dalam pembinaan umat, tetapi juga dalam menghadirkan manfaat yang terasa langsung di tengah masyarakat.

Ia juga menegaskan pentingnya dukungan terhadap visi pembangunan Kota Palu yang berkelanjutan, religius, dan berkeadilan. Dengan posisi seperti itu, hasil Musda diharapkan tidak berhenti pada keputusan organisasi semata, melainkan ikut memberi arah yang selaras dengan kebutuhan masyarakat dan agenda pembangunan kota.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

Berita POpuler

Berita Terkait