IMIP Mendukung Transisi Energi Bersih Menuju Net Zero Emission

IMIP Percepat Transisi Energi Bersih di Morowali, Dorong Target Net Zero Emission 2060

Di tengah dorongan nasional menuju energi yang lebih bersih, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menegaskan langkahnya tidak berhenti pada komitmen di atas kertas. Kawasan industri terintegrasi di Morowali, Sulawesi Tengah, itu menyebut transisi energi, pengendalian emisi, dan program kompensasi lingkungan sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mendukung target Net Zero Emission 2060.

Peta Jalan CSR-Environmental Jadi Arah Kebijakan

Komitmen tersebut tercermin dalam peta jalan CSR-Environmental IMIP 2030 yang mewajibkan seluruh tenant menjalankan kebijakan transisi energi. Pendekatan yang ditempuh mencakup penggunaan teknologi ramah lingkungan, peralihan sumber energi, hingga efisiensi proses produksi. Dengan pola itu, IMIP tidak hanya mendorong kepatuhan internal, tetapi juga menempatkan pengurangan emisi sebagai agenda bersama di kawasan industri.

Yundi Sobur, Kepala Departemen Lingkungan PT IMIP, mengatakan seluruh tenant di kawasan tersebut harus mengikuti kebijakan transisi energi dan pengurangan emisi yang telah ditetapkan. Menurut dia, tenant diharapkan bukan sekadar memenuhi aturan, melainkan ikut berkontribusi pada target penurunan emisi nasional.

Sejumlah Tenant Sudah Terapkan Teknologi Rendah Emisi

Di lapangan, beberapa tenant IMIP mulai mengadopsi langkah yang lebih hemat energi. PT Huayue Nickel Cobalt (HYNC), misalnya, memanfaatkan waste heat recovery untuk memasok hingga 70 persen kebutuhan listrik operasionalnya. Sementara itu, PT Dexin Steel Indonesia (DSI) telah membangun pembangkit listrik tenaga surya dan mengoperasikan PLTU Gas Buang untuk menekan emisi sekaligus menghemat bahan bakar.

IMIP juga melengkapi upaya tersebut dengan perangkat pengendali emisi seperti electrostatic precipitator, wet scrubber, dan flue gas desulfurization. Teknologi ini diklaim mampu bekerja dengan tingkat efisiensi hingga 99 persen, menyesuaikan karakteristik proses industri masing-masing tenant.

Penghijauan dan Penggantian Alat Berat Jadi Bagian Strategi

Selain menekan emisi dari aktivitas produksi, IMIP memperluas langkahnya lewat program penghijauan. Ribuan bibit mangrove telah ditanam di kawasan dan wilayah sekitar, sementara inisiatif carbon offset juga dilakukan melalui rehabilitasi mangrove di Teluk Palu dan Brebes. Dari program itu, perusahaan menargetkan penanaman 400.000 pohon hingga 2030, termasuk mangrove dan tanaman terestrial.

Di sisi lain, penggunaan alat berat listrik juga terus ditingkatkan untuk menggantikan armada berbahan bakar fosil. Langkah ini menjadi bagian dari upaya IMIP membangun ekosistem energi bersih dan berkelanjutan di kawasan industrinya. Dengan rangkaian kebijakan tersebut, IMIP mencoba menunjukkan bahwa transisi menuju Net Zero Emission bukan sekadar wacana, melainkan proses yang dijalankan bertahap di area operasionalnya.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

Berita POpuler

Berita Terkait