Bupati Morowali Minta OPD Gerak Cepat Tangani Banjir di Bungku Tengah
Bupati Morowali, Sulawesi Tengah, Iksan Baharudin Abdul Rauf memerintahkan seluruh OPD untuk segera menangani banjir yang melanda empat desa di Bungku Tengah. Beliau menekankan pentingnya langkah cepat dan kolaborasi lintas dinas dalam mengantisipasi dampak banjir agar masyarakat tidak semakin terdampak.
Langkah Antisipasi dan Kolaborasi Dari Berbagai OPD
Iksan Baharudin Abdul Rauf menyoroti pentingnya tindakan cepat dalam merespons keadaan darurat akibat banjir. Kepala BPBD Kabupaten Morowali diminta untuk segera mengambil langkah antisipasi terhadap potensi banjir susulan. Beliau juga meminta kerja sama antara Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pekerjaan Umum dalam menangani bencana di lapangan.
Dalam situasi mendesak, Bupati Morowali meminta dinas terkait untuk bergerak cepat tanpa menunggu proses anggaran. Ia menekankan bahwa penanganan bencana tidak bisa dilakukan secara terpisah, melainkan memerlukan kolaborasi antar-dinas agar upaya penanganan dapat berjalan efektif dan efisien.
Prioritas Keselamatan Masyarakat
Iksan Baharudin Abdul Rauf menegaskan bahwa keselamatan serta kenyamanan masyarakat harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah dalam menghadapi bencana banjir. Antisipasi harus dilakukan secara proaktif tanpa menunggu alokasi anggaran tambahan agar tidak menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.
Banjir yang melanda beberapa desa di Bungku Tengah, seperti Desa Mendui, Desa Bahoruru, Desa Bente, dan Desa Matansala, menimbulkan dampak yang signifikan. BPBD Provinsi Sulawesi Tengah mencatat tingginya curah hujan yang membuat air meluap dan sulit diakses, terutama bagi kendaraan roda dua.
BPBD Sulteng dan BPBD Kabupaten Morowali telah melakukan evakuasi warga terdampak banjir serta melakukan asesmen untuk mengantisipasi banjir susulan. Langkah-langkah tanggap darurat ini dilakukan untuk meminimalkan risiko yang dapat timbul akibat bencana banjir tersebut.


