DPW PKB Sulawesi Tengah memilih mempertegas kedekatannya dengan kalangan ulama lewat ziarah ke makam pendiri Alkhairaat, Habib Sayed Idrus bin Salim Aljufri atau yang lebih dikenal sebagai Guru Tua. Kegiatan yang berlangsung di kompleks Masjid Alkhairaat itu dipimpin langsung Ketua DPW PKB Sulteng, H. Risharyudi Triwibowo, bersama jajaran pengurus tingkat provinsi dan Kota Palu.
Ziarah yang Dimaknai Lebih dari Sekadar Tradisi
Bagi PKB Sulteng, kunjungan ke makam Guru Tua bukan kegiatan simbolik yang berhenti pada seremoni. Risharyudi menegaskan, ziarah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan spiritual dan historis dengan para ulama yang selama ini berperan besar dalam membangun pendidikan dan peradaban umat. Dalam pandangan partai, kedekatan dengan ulama bukan hanya soal adat, melainkan juga arah perjuangan yang terus dirawat.
Guru Tua sendiri dikenal sebagai figur sentral dalam pengembangan pendidikan Islam dan pembinaan umat di kawasan timur Indonesia. Pengaruhnya masih terasa kuat, terutama melalui Alkhairaat yang menjadi salah satu pusat pendidikan dan dakwah penting di Sulawesi Tengah. Karena itu, ziarah ke makamnya dipandang sebagai bentuk penghormatan atas jasa besar yang telah ditinggalkan.
Haul Guru Tua Jadi Ruang Merawat Ingatan Kolektif
Selain ziarah, Haul Guru Tua yang digelar setiap tahun di kompleks Masjid Alkhairaat juga menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara masyarakat, ulama, dan lembaga pendidikan Alkhairaat. Menurut Bowo, peringatan haul punya makna strategis karena mengingatkan kembali pada peran ulama dalam menjaga moral, persatuan, dan arah pembangunan masyarakat.
PKB Sulteng berharap nilai-nilai perjuangan Guru Tua dapat terus menjadi pegangan dalam kehidupan sosial maupun politik. Dari kegiatan ini, partai ingin menegaskan bahwa sinergi antara partai politik dan kalangan ulama tetap relevan, terutama di tengah kebutuhan menjaga nilai keagamaan di daerah.
Diikuti Pengurus PKB Kota Palu
Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Dewan Syuro DPC PKB Kota Palu, Suhban Lasawedi, serta Ketua DPC PKB Kota Palu, H. Nanang. Kehadiran para pengurus ini memperlihatkan bahwa ziarah ke makam Guru Tua bukan sekadar agenda internal, melainkan juga penegasan sikap politik-kultural PKB Sulteng dalam merawat tradisi penghormatan kepada tokoh ulama yang berpengaruh.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.


