Peran Perempuan dalam Politik: Mendorong Kebijakan Inklusif dan Solusi untuk Masyarakat
Perempuan memiliki peran penting dalam dunia politik, terutama dalam mendorong lahirnya kebijakan yang lebih inklusif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Ketua Fraksi PKS DPRD Sulawesi Tengah, Wiwik Jumatul Rofi’ah.
Keterlibatan Perempuan dalam Pengambilan Keputusan
Menurut Bunda Wiwik, keterlibatan perempuan dalam politik bukan hanya sekadar pemenuhan hak, melainkan juga tanggung jawab untuk ikut menentukan arah pembangunan. Perempuan tidak hadir di politik untuk bersaing, tetapi untuk berkontribusi, memperjuangkan keadilan, dan menghadirkan solusi bagi masyarakat.
Perempuan memiliki pengalaman dan perspektif yang penting dalam proses perumusan kebijakan. Kehadiran perempuan di lembaga legislatif dapat memperkaya proses pengambilan keputusan, terutama pada isu-isu keluarga, pendidikan, kesehatan, perlindungan perempuan dan anak, serta masalah sosial kemasyarakatan.
Politik sebagai Ruang Pengabdian dan Perubahan
Wiwik juga menjelaskan bahwa politik bukan hanya ruang untuk laki-laki, tetapi juga untuk perempuan. Perempuan memiliki kapasitas untuk berkontribusi, berintegritas, mengambil keputusan, dan memimpin. Maka dari itu, perempuan perlu berani mengambil bagian dalam proses politik sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Politik bukan hanya tentang perebutan kekuasaan, tetapi juga tentang menghadirkan perubahan yang lebih baik. Perempuan yang terlibat dalam politik perlu membawa nilai integritas, kompetensi, dan kemampuan kepemimpinan dalam menjalankan perannya. Semakin banyak perempuan yang terlibat dan berkontribusi dalam politik, semakin besar peluang lahirnya kebijakan yang mempertimbangkan kebutuhan masyarakat secara lebih komprehensif.
Wiwik mendorong perempuan di Sulawesi Tengah untuk tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan, melainkan ikut terlibat, bergerak, dan menjadi agen perubahan. Politik harus dijadikan sebagai ruang perubahan, bukan hanya kekuasaan.


