Seskab Teddy Indra Wijaya melaporkan bahwa lawatan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis sebesar Rp575 triliun. Kesepakatan bisnis tersebut mencapai total USD 33,89 miliar, dengan USD 23,63 miliar dari Jepang dan USD 10,26 miliar dari Korea Selatan. Kepercayaan investor global terhadap perekonomian Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo terlihat jelas dalam kesepakatan tersebut, terutama dalam mendorong hilirisasi industri, penguatan ketahanan energi, dan pembangunan sektor strategis nasional. Keterlibatan langsung Presiden dalam dialog dengan pelaku usaha juga menjadi kunci kesuksesan, dengan Presiden hadir aktif dalam mendengarkan, merespons, dan memberikan solusi langsung. Pemerintah juga berjanji untuk mengawal seluruh komitmen tersebut agar segera dapat direalisasikan untuk pertumbuhan ekonomi nasional, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga mencatat hasil signifikan dari kunjungan ke Korea Selatan dengan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman dalam sektor energi, industri, dan transportasi.


