Masa Liburan: Tips Mengatasi Keluhan Batuk Berkepanjangan

Masa Liburan: Tips Mengatasi Keluhan Batuk Berkepanjangan

Batuk yang tak kunjung reda sering dianggap sepele, apalagi saat liburan akhir tahun ketika orang cenderung ingin beristirahat dan menunda urusan kesehatan. Namun, Prof. Tjandra Yoga Aditama mengingatkan bahwa keluhan batuk selama dua pekan atau lebih tidak boleh diabaikan, terlebih jika tidak membaik meski sudah mengonsumsi obat batuk biasa. Dalam situasi seperti ini, masyarakat diminta lebih waspada karena kondisi tersebut bisa menjadi salah satu tanda tuberkulosis atau TB.

Batuk Lama Bisa Jadi Sinyal Awal TB

Prof. Tjandra, yang juga pernah menjabat sebagai Direktur Penyakit Menular WHO Kantor Regional Asia Tenggara pada 2018-2020, menjelaskan bahwa batuk TB umumnya disertai dahak kental berwarna kuning atau hijau, bahkan dapat bercampur darah. Selain itu, gejala lain yang patut dicermati adalah penurunan berat badan dan keringat malam. Menurutnya, pemeriksaan sejak dini penting agar pasien mendapatkan penanganan yang tepat sekaligus mencegah penularan ke orang lain.

Ia juga menekankan bahwa bagi pasien TB yang sudah dinyatakan positif, kepatuhan minum obat menjadi kunci utama. Jadwal pengobatan tidak seharusnya terputus hanya karena sedang liburan, sebab pengobatan yang tidak teratur dapat menghambat pemulihan.

Layanan Kesehatan Tetap Siaga Saat Libur Akhir Tahun

Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat pada masa Natal dan Tahun Baru, Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyiapkan layanan kesehatan melalui 44 puskesmas dan 31 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Fasilitas ini disiapkan untuk membantu warga yang membutuhkan pemeriksaan maupun penanganan medis selama libur panjang.

Tak hanya di fasilitas kesehatan, posko layanan juga dibuka di sejumlah titik keramaian seperti stasiun, terminal, bandara, pelabuhan, dan tempat wisata. Posko ini menjadi bagian dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG) paket cepat, yang menyasar penumpang dan masyarakat umum.

Pemeriksaan yang Disediakan di Posko

Layanan yang tersedia mencakup skrining mandiri untuk jiwa, tuberkulosis, kebiasaan merokok, serta aktivitas fisik. Pemeriksaan lain juga meliputi status gizi seperti berat badan, tinggi badan, dan lingkar perut, disertai pengecekan tekanan darah, gula darah sewaktu, konseling edukasi, serta anamnesa untuk PPOK dan kanker paru.

Dengan kesiagaan layanan tersebut, masyarakat diharapkan tetap memperhatikan kondisi tubuh di sela padatnya agenda liburan. Batuk yang berkepanjangan bukan sekadar keluhan ringan bila terus bertahan, dan langkah paling aman tetaplah memeriksakannya sebelum terlambat.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

Berita POpuler

Berita Terkait