Menurut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini, efektivitas birokrasi dalam melayani rakyat melalui kebijakan publik merupakan faktor penentu keberhasilan atau kegagalan negara. Birokrasi yang berkinerja tinggi membutuhkan keselarasan antara SDM yang memiliki pola pikir yang tepat, sistem yang gesit, dan fokus pada dampak nyata. Dalam seminar internasional “Systemic Impact through Transformative Training” di Gedung Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI), Jakarta, Rini menyoroti pentingnya penyelarasan antara SDM dan kebijakan yang dirancang dengan baik untuk mencapai kesuksesan. Pemerintah telah menyiapkan program penyelarasan sebagai bagian dari semangat reformasi baru untuk meningkatkan SDM di lembaga atau kementerian melalui pilar kebijakan dan tata kelola. Tata kelola yang tepat harus didasarkan pada hasil yang bisa diukur, bukan hanya pekerjaan rutin. Reformasi yang sedang dibangun di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto membutuhkan modal SDM yang dilatih secara intensif dalam sebuah ekosistem yang tepat. Keberhasilan Indonesia dalam bidang manajemen SDM terlihat dari peringkat kedua di ASEAN dan peringkat ke-38 secara global pada 2024. Melalui kerja sama dengan German Institute of Development and Sustainability (IDOS), diharapkan seminar internasional tersebut dapat membantu mengembangkan transformasi pada ekosistem yang lebih luas untuk membentuk SDM berdaya saing unggul.


