Kegelisahan Panitia Lomba Kreativitas Pramuka Sigi
SIGI, MAL – Imron, Ketua Panitia Lomba Kreativitas Pramuka Penggalang dan Penegak (LKP3), mengungkapkan kekecewaannya terhadap minimnya partisipasi gugus depan (Gudep) dari Kecamatan Dolo Barat dalam kegiatan LKP3 Sigi yang baru saja berakhir.
Kekecewaan ini membuat Kwartir Cabang (Kwarcab) Sigi berencana untuk melakukan evaluasi terhadap sekolah-sekolah yang tidak aktif dalam LKP3 tersebut.
Sekolah-Sekolah Absen Dalam LKP3
“Kami sangat menyesalkan bahwa Gudep dari Kecamatan Dolo Barat, sebagai tuan rumah, hanya diikuti oleh dua sekolah dasar dalam kegiatan LKP3 ini,” ungkap Imron dalam acara penutupan LKP3 di bumi perkemahan Balaroa, Desa Pewunu, Sabtu (27/06).
Imron menegaskan bahwa Kwarcab Sigi akan mengevaluasi sekolah-sekolah di semua tingkatan yang tidak turut serta dalam LKP3, dari SD hingga SMA. Menurutnya, LKP3 Sigi yang digelar dua tahun sekali merupakan agenda penting dalam pengembangan kepramukaan di Kabupaten Sigi.
Evaluasi dan Harapan ke Depan
Panitia meyakini bahwa LKP3 merupakan wadah bagi anak-anak Pramuka untuk menampilkan kreativitas mereka di depan para pembina Pramuka. Melalui kegiatan ini, selain kreativitas, mereka juga dapat menunjukkan kegiatan sehari-hari seperti ibadah, kebersamaan, dan interaksi dengan siswa dari sekolah lain.
Walau menyadari adanya kekurangan dalam pelaksanaan LKP3 kali ini, hal itu menjadi evaluasi penting untuk memperbaiki acara di masa mendatang. Tujuan utama dari LKP3 adalah untuk mempererat silaturrahmi di antara sesama Pramuka.
Imron juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan LKP3 Sigi, termasuk Pemerintah Daerah Sigi, TNI Polri, serta tokoh masyarakat dan warga sekitar perkemahan di Desa Pewunu yang telah menjaga keamanan selama acara berlangsung.


