Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah, menyatakan ketidaksetujuannya terhadap usulan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, terkait pengurangan subsidi bahan bakar minyak di saat harga minyak dunia terus naik. Menurut Said, penurunan subsidi tersebut akan memberatkan masyarakat kurang mampu dengan kondisi dinamika global yang sedang terjadi akibat konflik di Timur Tengah. Dia menegaskan pentingnya tetap mempertimbangkan harga BBM nonsubsidi serta menjaga agar subsidi LPG 3 kilogram tepat sasaran. Hal ini dianggapnya sebagai langkah yang lebih masuk akal untuk mengatasi dampak inflasi dan memastikan alokasi anggaran tidak sia-sia. Jusuf Kalla sebelumnya mengusulkan pengurangan subsidi BBM sebagai upaya menekan defisit anggaran di tengah situasi konflik global yang terjadi. Said juga menekankan perlunya penyesuaian harga nonsubsidi yang masih stabil dan memberikan kesempatan kepada masyarakat yang berhak menerima tabung LPG 3 kilogram secara tepat. Dengan demikian, Said berharap bahwa kebijakan yang diambil pemerintah dapat memberikan manfaat yang lebih optimal tanpa memberatkan rakyat.


