Pemerintah kembali mendapat sorotan positif dari parlemen setelah dinilai mampu menjaga pasokan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman selama masa Lebaran 2026. Di tengah lonjakan mobilitas masyarakat saat arus mudik dan balik, stok BBM tidak mengalami gangguan berarti. Kondisi ini dinilai penting karena kelancaran distribusi energi menjadi penopang utama aktivitas warga di jalan raya maupun di daerah tujuan mudik.
Apresiasi dari Komisi VII DPR
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, mengapresiasi kinerja pemerintah yang dianggap sigap mengantisipasi kebutuhan BBM sejak awal. Ia menilai tidak terjadinya kelangkaan BBM selama periode Lebaran menunjukkan kesiapan pemerintah dalam menghadapi tekanan konsumsi energi yang biasanya meningkat tajam pada momen libur panjang.
Menurut Lamhot, peran BPH Migas dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menjadi faktor penting dalam menjaga kestabilan pasokan. Keduanya dinilai berhasil membaca pola kebutuhan masyarakat dan memastikan distribusi tetap berjalan tanpa hambatan yang berarti di lapangan.
Lonjakan konsumsi bisa diimbangi
Lamhot juga menyoroti kenaikan konsumsi BBM, khususnya gasoline dan gasoil, yang lazim terjadi saat mobilitas masyarakat meningkat tajam. Meski permintaan naik, distribusi tetap terkendali sehingga kebutuhan pengguna kendaraan dapat terpenuhi. Bagi Lamhot, hal ini menjadi bukti bahwa sistem yang disiapkan pemerintah cukup tangguh untuk menghadapi situasi puncak seperti Lebaran.
Ia menilai, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kesiapan teknis dan koordinasi lintas lembaga. Tanpa pengelolaan yang rapi, lonjakan permintaan pada masa mudik berpotensi memicu antrean atau gangguan pasokan. Namun yang terjadi justru sebaliknya: suplai tetap mengalir dan aktivitas masyarakat bisa berjalan normal.
Langkah antisipatif dinilai efektif
Sejumlah langkah antisipatif turut mendapat apresiasi, mulai dari penambahan stok BBM di terminal utama, optimalisasi armada distribusi, hingga penyediaan SPBU modular di titik-titik rawan kepadatan. Langkah-langkah ini dinilai membantu menjaga fleksibilitas distribusi, terutama di jalur-jalur yang mengalami peningkatan volume kendaraan selama libur Lebaran.
Lamhot menyebut sinergi antara Kementerian ESDM, BUMN energi, dan aparat keamanan sebagai unsur yang membuat pengelolaan BBM berjalan lebih tertib. Ia menilai pendekatan berbasis data dan perencanaan matang menjadi kunci dalam menjaga ketahanan energi nasional, sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi pada saat paling krusial.
Dengan hasil tersebut, Lamhot berharap stabilitas pasokan BBM dapat terus dipertahankan, bukan hanya saat Lebaran, tetapi juga pada periode lain ketika permintaan energi meningkat. Menurutnya, keberhasilan menjaga stok BBM selama Lebaran 2026 memberi dampak langsung pada kelancaran perjalanan masyarakat dan distribusi energi nasional secara keseluruhan.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.


