Pemerintah Menghadirkan Keadilan Energi di Pesisir Donggala

Pemerintah Dorong Keadilan Energi di Pesisir Donggala Lewat SPBU Nelayan

Bagi nelayan di pesisir Donggala, Sulawesi Tengah, akses ke bahan bakar bukan lagi sekadar urusan logistik, melainkan penentu lancarnya aktivitas melaut. Karena itu, kehadiran SPBU Nelayan di wilayah tersebut menjadi sorotan saat Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Fasilitas ini dinilai memberi solusi yang lebih dekat, lebih terjangkau, dan lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat pesisir.

SPBU Nelayan Jadi Jawaban atas Jarak dan Harga BBM

SPBU Nelayan yang diinisiasi Pertamina hadir untuk mendorong keadilan energi sekaligus pemerataan ekonomi di kawasan pesisir. Melalui fasilitas ini, nelayan tidak perlu lagi menempuh jarak jauh hanya untuk mendapatkan BBM. Mereka juga bisa membeli solar dengan harga yang sudah ditetapkan pemerintah, sehingga tidak lagi berhadapan dengan harga yang berubah-ubah seperti yang kerap terjadi sebelumnya.

Anggota Komite BPH Migas, Erika Retnowati, menegaskan bahwa keberadaan SPBU Nelayan memberikan manfaat langsung bagi para nelayan yang setiap hari bergantung pada pasokan BBM untuk melaut. Menurut dia, pendekatan ini bukan hanya memudahkan akses, tetapi juga membantu menciptakan kepastian dalam distribusi energi di wilayah pesisir.

Pengelolaan Koperasi dan Sistem Digital Memudahkan Pengawasan

SPBU Nelayan di Donggala dikelola oleh koperasi nelayan yang mendapat dukungan kredit permodalan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Skema ini membuat masyarakat setempat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga ikut terlibat dalam pengelolaan fasilitas energi yang mereka gunakan sehari-hari.

Di sisi lain, mekanisme pembelian BBM subsidi dan kompensasi juga telah dipahami oleh nelayan setempat melalui Surat Rekomendasi. Operasional SPBU Nelayan terhubung secara digital, sehingga memudahkan pengawasan dan monitoring oleh BPH Migas. Sistem ini dinilai penting agar penyaluran BBM tetap tepat sasaran dan berjalan sesuai ketentuan.

Nelayan Rasakan Dampak Langsung

Salah satu nelayan, Daud (43), merasakan sendiri perubahan yang dibawa fasilitas tersebut. Kini, ia dan rekan-rekannya lebih mudah memperoleh BBM untuk kebutuhan melaut. Kemudahan ini memang terlihat sederhana, tetapi bagi nelayan, selisih jarak dan kepastian harga sangat berpengaruh terhadap biaya operasional harian.

Pasokan BBM Sulawesi Tengah Dipantau Jelang Nataru

Dalam kunjungan yang sama, Erika juga menyambangi Integrated Terminal (IT) Donggala dan SPBU di Kota Palu untuk memastikan kondisi pasokan BBM menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dari hasil pemantauan, stok BBM disebut dalam kondisi aman dan diharapkan dapat menopang kebutuhan masyarakat selama masa libur panjang.

Selama periode Nataru, kebutuhan BBM di Sulawesi Tengah diperkirakan naik sekitar 5 persen untuk jenis Gasoline, sementara Gasoil relatif tetap dibandingkan tahun sebelumnya. Di SPBU, pengecekan kualitas dan kuantitas BBM juga dilakukan untuk memastikan layanan tetap berjalan sesuai standar.

Pertamina Patra Niaga menyatakan dukungan terhadap kebijakan pemerintah dengan menyediakan lembaga penyalur BBM khusus bagi nelayan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga akses energi tetap dekat dan terjangkau bagi kelompok yang memiliki peran penting dalam ketahanan pangan nasional.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

Berita POpuler

Berita Terkait