Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, mengambil langkah baru dalam upaya memperkuat perlindungan anak melalui dukungan terhadap Program Adik Kita. Program ini diposisikan sebagai bagian dari kerja bersama untuk mendorong pendidikan, kesehatan, dan pendampingan anak di Kota Palu agar berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
Kolaborasi Pemkot Palu dan Yayasan Dua Jari
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, menegaskan bahwa kerja sama dengan Yayasan Dua Jari bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk membangun kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Menurutnya, perhatian terhadap anak harus ditempatkan sebagai investasi jangka panjang yang menentukan masa depan kota.
Langkah awal kolaborasi itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kota Palu dan Yayasan Rumah Dua Jari. Kesepakatan tersebut menjadi fondasi pelaksanaan Program Adik Kita yang diharapkan mampu menjangkau lebih banyak anak dan keluarga yang membutuhkan dukungan nyata.
Dukungan APBD 2026 disiapkan
Selain membuka ruang kerja sama, Pemkot Palu juga menyiapkan dukungan pembiayaan yang akan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026. Dukungan ini menunjukkan bahwa program tersebut tidak hanya berhenti pada tataran gagasan, tetapi mulai diarahkan ke tahap pelaksanaan yang lebih konkret.
Dengan adanya dukungan anggaran daerah, pemerintah berharap manfaat program dapat dirasakan langsung oleh anak-anak di Kota Palu. Fokusnya tidak hanya pada aspek pendidikan, tetapi juga kesehatan serta perlindungan yang menjadi kebutuhan dasar anak dalam tumbuh kembang mereka.
Yayasan Rumah Dua Jari sambut dukungan pemerintah
Direktur Utama Yayasan Rumah Dua Jari, Iskandar Dinata Arsyad, menyebut Program Adik Kita kini resmi menjadi bagian dari program kolaboratif sosial Pemerintah Kota Palu di bidang pendidikan dan kesehatan anak. Menurut dia, keterlibatan pemerintah daerah, termasuk dukungan pendanaan melalui APBD 2026, memberi dorongan baru bagi yayasan untuk memperluas manfaat program.
Iskandar juga menekankan pentingnya jangkauan layanan yang lebih luas dan pendampingan yang lebih kuat agar anak-anak yang membutuhkan bantuan tidak terputus dari dukungan. Ia berharap program ini bisa mulai berjalan pada tahun depan dan menjadikan Pemkot Palu sebagai daerah pertama yang memberikan dukungan terhadap inisiatif tersebut.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.


