Pentingnya Mematuhi Harga Eceran Tertinggi dalam Penjualan Beras
Di tengah kebutuhan pokok yang terus menjadi perhatian masyarakat, Polres Morowali, Sulawesi Tengah, mengambil langkah tegas dengan mengimbau para pelaku usaha agar tidak menjual beras di atas harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Pengawasan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari upaya menjaga agar harga pangan tetap terkendali dan tidak memberatkan warga.
Polres Morowali dan Disperindag Pantau Harga di Lapangan
Kapolres Morowali AKBP Zulkarnain bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat turun langsung melakukan pengecekan harga beras di sejumlah distributor dan ritel di wilayah Morowali. Pemeriksaan juga dilakukan di distributor serta ritel modern di Desa Matansala, Kecamatan Bungku Tengah, untuk memastikan harga yang beredar benar-benar sesuai aturan.
Langkah ini menunjukkan bahwa pengawasan tidak hanya berhenti pada imbauan di atas kertas. Pemerintah daerah dan aparat kepolisian ingin memastikan rantai distribusi beras tetap berjalan wajar, tanpa ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk menaikkan harga secara berlebihan.
HET Jadi Acuan untuk Menjaga Daya Beli Masyarakat
Dalam pengecekan tersebut, aparat kembali mengingatkan seluruh pelaku usaha agar mematuhi ketentuan harga yang berlaku. Pemerintah menilai stabilitas harga beras sangat penting karena menyangkut kebutuhan harian masyarakat luas. Jika harga melampaui batas yang ditetapkan, dampaknya langsung terasa pada daya beli warga, terutama kelompok yang paling bergantung pada kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Adapun HET beras di Kabupaten Morowali ditetapkan sebesar Rp14.900 per kilogram untuk jenis premium dan Rp12.500 per kilogram untuk jenis medium. Angka ini menjadi rujukan yang harus dipatuhi distributor maupun pedagang agar pasar tetap berada dalam kondisi terkendali.
Pengawasan Akan Terus Diperketat
Dengan pemantauan yang dilakukan secara berkala, Polres Morowali dan pemerintah daerah berharap tidak muncul lonjakan harga yang bisa memicu keresahan di masyarakat. Pengawasan terhadap distribusi dan penjualan beras dipandang sebagai cara paling langsung untuk mencegah permainan harga sekaligus menjaga ketersediaan pangan tetap stabil di Kabupaten Morowali.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.


