Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menelusuri dugaan peran orang-orang di sekitar Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dalam perkara yang menyeret Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang dan ayahnya, HM Kunang. Salah satu yang kini ikut diperiksa adalah anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Iin Farihin. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendalami sejauh mana HM Kunang diduga memiliki pengaruh dalam pengelolaan pemerintahan di lingkungan Pemkab Bekasi.
KPK Dalami Jejak Pengaruh HM Kunang
Langkah pemeriksaan terhadap Iin Farihin menjadi bagian dari penyidikan kasus dugaan korupsi yang sedang dibongkar KPK. Fokus penyidik bukan hanya pada aliran uang, tetapi juga pada dugaan peran pihak-pihak yang berada di lingkar kekuasaan di Kabupaten Bekasi. Nama HM Kunang mencuat karena diduga tidak sekadar menjadi ayah dari bupati nonaktif, melainkan ikut berperan dalam urusan pemerintahan daerah.
Dalam proses penyidikan ini, KPK sebelumnya telah melakukan operasi tangkap tangan atau OTT kesepuluh pada 2025. Dari operasi itu, sepuluh orang diamankan di Kabupaten Bekasi. Penindakan tersebut membuka jalan bagi penyidik untuk menelusuri dugaan praktik suap yang berkaitan dengan proyek di daerah tersebut.
Delapan Orang Dibawa ke Gedung Merah Putih
Pada 19 Desember 2025, KPK membawa delapan dari sepuluh orang yang diamankan ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk pemeriksaan intensif. Di antara mereka terdapat Ade Kuswara Kunang dan HM Kunang. Dari rangkaian pemeriksaan itu, uang ratusan juta rupiah juga disita sebagai barang bukti yang diduga terkait kasus suap proyek di Kabupaten Bekasi.
Sejauh ini, Ade Kuswara dan HM Kunang telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan penerima suap. Sementara itu, Sarjan disebut sebagai tersangka dugaan pemberi suap dalam perkara yang sama. KPK masih mendalami konstruksi perkara, termasuk hubungan antara pihak-pihak yang diperiksa dengan proses pengelolaan pemerintahan dan proyek di lingkungan Pemkab Bekasi.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.


