Perguruan Nur Yaqin Peringati Tahun Baru Islam dan Haul Guru Utama ke-VII
PALU, MAL – Yayasan Perguruan Nur Yaqin menggelar peringatan 1-10 Muharram 1448 Hijriah sekaligus Haul atau Tahun Wafat ke-VII Guru Utama Perguruan Nur Yaqin pada Senin, 15/06.
Kegiatan ini dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Infrastruktur dan Lingkungan Kota Palu, Moh. Fahri. Moh. Fahri memberikan apresiasi kepada keluarga besar Perguruan Nur Yaqin atas konsistensinya dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan.
Menurut Moh. Fahri, kegiatan ini tidak hanya mengenang jasa para pendahulu, tetapi juga mempererat ukhuwah Islamiyah, memperdalam nilai-nilai keagamaan, serta menumbuhkan kecintaan kepada para ulama yang telah mendedikasikan hidupnya untuk dakwah dan pendidikan umat.
Momentum Penting dalam Bulan Muharram
Disampaikan pula oleh Fahri bahwa bulan Muharram adalah salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT, menjadikannya momentum penting. Perguruan Nur Yaqin memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sebagai ajang bagi umat Islam untuk melakukan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.
Pergantian tahun Hijriah seharusnya menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk melakukan refleksi dan evaluasi diri agar setiap hari lebih baik dari sebelumnya. Hal ini sejalan dengan semangat yang diusung oleh Perguruan Nur Yaqin Peringati Tahun Baru Islam.
Warisan Berharga dari Guru Utama
Selain memperingati Tahun Baru Islam, kegiatan ini juga menjadi momentum mengenang tujuh tahun wafatnya Guru Utama Perguruan Nur Yaqin. Almarhum dikenal memiliki dedikasi besar dalam membina akhlak umat dan mengembangkan pendidikan agama.
Fahri menegaskan bahwa almarhum meninggalkan warisan berupa ilmu pengetahuan, keteladanan, dan nilai-nilai kebaikan yang terus hidup di tengah masyarakat. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat diajak untuk melanjutkan perjuangan dakwah dan pendidikan yang telah dirintis oleh beliau.
Pemerintah Kota Palu turut mendukung berbagai kegiatan keagamaan yang berorientasi pada pembinaan umat dan penguatan karakter. Mereka meyakini bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik semata, tetapi juga dari kualitas spiritual dan moral masyarakatnya.
Peringatan Tahun Baru Islam dan Haul ke-VII Guru Utama Perguruan Nur Yaqin dihadiri oleh keluarga besar perguruan, tokoh agama, tokoh masyarakat, santri, serta masyarakat sekitar yang turut mendoakan dan mengenang jasa-jasa almarhum.


