Dinas Perkimtan Sulteng Bangun 124 Rumah Baru dan Renovasi RTLH
Program Peningkatan Kualitas Rumah Tidak Layak Huni
Di tengah upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Provinsi Sulawesi Tengah berhasil membangun 124 unit rumah baru dan meningkatkan kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada tahun 2026. Angka ini melampaui target awal sebanyak 100 unit, dengan total anggaran mencapai Rp7,48 miliar.
Kepala Dinas Perkimtan Provinsi Sulawesi Tengah, Akris Fattah, menjelaskan bahwa RTLH merupakan rumah yang belum memenuhi persyaratan keselamatan bangunan, kesehatan penghuni, dan kecukupan minimum luas bangunan. Dari target semula 100 unit, capaian pekerjaan mencapai 124 unit, baik dalam pembangunan rumah baru maupun peningkatan kualitas RTLH.
Perbaikan Komponen Rumah dan Fasilitas MCK
Penyempurnaan kualitas RTLH dilakukan dengan perbaikan komponen rumah, baik yang bersifat nonstruktural maupun struktural. Program ini juga mencakup pembangunan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) bagi masyarakat yang membutuhkan. Sementara untuk pembangunan rumah baru, dipastikan bahwa rumah yang dibangun memenuhi standar keselamatan bangunan, kesehatan penghuni, dan kecukupan luas bangunan.
Target 2027 dan Dampak Ekonomi
Hingga saat ini, progres pekerjaan program bedah rumah tersebut telah mencapai sekitar 60 persen. Pemprov Sulawesi Tengah berencana meningkatkan program bedah rumah secara signifikan pada tahun 2027 dengan target pembangunan dan perbaikan rumah mencapai 800 hingga 1.000 unit. Langkah ini seiring dengan arahan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, untuk mempercepat penanganan masyarakat yang masih tinggal di rumah tidak layak huni serta menekan angka kemiskinan di Sulteng.
Program bedah rumah ini akan menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan, dengan prioritas bagi kategori kesejahteraan Desil 1 hingga Desil 4. Selain memberikan hunian yang layak, program ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat setempat dengan melibatkan tenaga kerja lokal dalam proses pembangunan maupun perbaikan rumah.


