Pemprov Sulawesi Tengah Tingkatkan Akses Layanan Kesehatan
Di bawah kepemimpinan Gubernur Sulteng Anwar Hafid, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus berupaya memperluas perlindungan dan akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah program Berani Sehat yang bertujuan memastikan seluruh warga bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang terjangkau dan mudah diakses.
Skema Program Berani Sehat
Program Berani Sehat dilaksanakan melalui dua skema utama. Pertama, integrasi dengan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk membantu pembiayaan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan mendaftarkan masyarakat Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang belum memiliki BPJS. Kedua, program ini juga menyediakan layanan kesehatan non-JKN untuk kasus yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan, seperti korban kekerasan secara domestik atau kejadian luar biasa.
Hingga pertengahan tahun 2026, anggaran program Berani Sehat telah mencapai Rp52,4 miliar. Sebagian besar anggaran digunakan untuk pembiayaan peserta PBPU dan PBI. Kabupaten Sigi menjadi daerah dengan jumlah peserta terbanyak, sementara Kabupaten Parigi Moutong membutuhkan anggaran besar karena tingginya tingkat kemiskinan.
Pemanfaatan Aplikasi Sehati
Untuk mempermudah verifikasi kepesertaan dan penerbitan Nomor Induk Kependudukan (NIK), Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memanfaatkan aplikasi Sehati. Hal ini sebagai bagian dari upaya untuk mempercepat akses layanan kesehatan dan memperkuat integrasi data kependudukan dan kesehatan di wilayah tersebut.
Dengan adanya program Berani Sehat, diharapkan seluruh masyarakat di Sulawesi Tengah bisa mendapatkan layanan kesehatan yang memadai tanpa terkendala status kepesertaan jaminan kesehatan. Langkah ini merupakan upaya nyata pemerintah setempat dalam meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan sosial bagi masyarakat di daerah tersebut.


