Pertamina Patra Niaga Terapkan Fasilitas STS untuk Percepat Distribusi B50 di Sulawesi Tengah
Pertamina Patra Niaga telah memulai pengoperasian fasilitas Ship to Ship (STS) di Kolonodale, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah untuk mempercepat distribusi Biosolar B50. Langkah ini diambil untuk memperkuat sistem logistik energi di wilayah Sulawesi agar lebih optimal.
Metode Alih Muat Energi
Metode alih muat energi ini dilakukan dari kapal besar ke kapal lebih kecil supaya bisa bersandar di pelabuhan atau terminal dengan alur pelayaran yang dangkal. Hal ini juga mempercepat pasokan energi ke wilayah terpencil atau kawasan timur Indonesia, seperti yang terjadi di STS Kolonodale.
Perdana pengoperasian STS dimulai dengan sandarnya kapal induk MT Marlin 88 berkapasitas 35.000 DWT, diikuti dengan suplai perdana menggunakan MT Overseas Petromar yang mengangkut Fame dan Solar. Dilanjutkan dengan penyaluran melalui shuttle ship MT Jasmin XXXVII, di mana sebanyak 3.100 KL Biosolar B50 disalurkan untuk memenuhi kebutuhan beberapa Fuel Terminal di Sulawesi Tengah.
Penyaluran Lebih Efektif
STS Kolonodale akan menjadi salah satu simpul distribusi yang melayani beberapa wilayah di sekitarnya. Dengan estimasi volume penyaluran sekitar 79.978 KL setiap bulan, fasilitas ini memberikan fleksibilitas yang lebih baik dalam proses distribusi produk BBM. Mekanisme alih muat dari kapal induk ke kapal pengangkut memungkinkan pengiriman ke terminal tujuan lebih efektif.
Seluruh operasional STS dilakukan dengan menjaga standar Health, Safety, Security & Environment (HSSE) untuk memastikan keselamatan, keamanan, dan keandalan distribusi tetap terjaga. Evaluasi berkala juga dilakukan untuk terus meningkatkan sistem logistik energi di Pulau Sulawesi.


