Peta Jalan RI-Belarus, Diplomasi Ekonomi Indonesia yang Baru
Jakarta (ANTARA) – Indonesia menerima kunjungan Aleksandr Lukashenko dengan penuh kehormatan. Di balik penyambutan meriah ini, terdapat pembahasan serius mengenai kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Belarus.
Sambutan Khusus di Jakarta
Pada Kamis (2/7), ratusan siswa memenuhi Jalan Medan Merdeka Utara untuk mengibarkan bendera kedua negara saat Lukashenko tiba di Istana Merdeka. Di sana, Lukashenko disambut dengan Tarian Enggang dari Kalimantan Timur.
Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari diskusi antara Presiden Prabowo Subianto dan Lukashenko di kediaman pribadi Lukashenko di luar Kota Minsk tahun lalu. Pertemuan tersebut membahas kerja sama dalam Peta Jalan Penguatan Kerja Sama Indonesia-Belarus 2026-2030.
Komitmen dan Kesepakatan
Selama kunjungan tersebut, Indonesia dan Belarus sepakat untuk meningkatkan kerja sama di berbagai sektor, termasuk pertanian modern, industri, perdagangan, ketahanan pangan, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pengembangan sumber daya manusia. Nota kesepahaman (MoU) ditandatangani untuk menandai komitmen kedua negara.
Yang menarik dari kerja sama ini adalah fokus pada transfer teknologi, bukan hanya aspek perdagangan semata. Belarus menawarkan pelatihan tenaga kerja Indonesia di berbagai sektor, termasuk otomotif, alat berat, dan pertanian.
Perjanjian dagang Indonesia-EAEU, yang Belarus adalah anggotanya, juga menjadi landasan kuat bagi kerja sama ini. Belarus diharapkan dapat menjadi pintu masuk Indonesia ke kawasan Eropa Timur dan Eurasia yang selama ini belum tergarap sepenuhnya.
Kunjungan ini merupak sebuah langkah baru bagi diplomasi ekonomi Indonesia di bawah pimpinan Presiden Prabowo, yang ingin memperluas akses kerja sama ekonomi ke kawasan yang selama ini masih jarang terjamah.


