Polri Kirim 260 Personel untuk Penanganan Dampak Gempa Flores
Polisi Republik Indonesia (Polri) telah menyiapkan 260 personel untuk memperkuat penanganan dampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang terjadi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Personel Polri Bergerak Cepat
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, mengungkapkan bahwa dari total personel yang disiapkan, sebanyak 137 personel sudah diberangkatkan ke Flores pada Sabtu malam. Mereka terdiri dari berbagai satuan, seperti SAR Brimob, Disaster Victim Identification (DVI), Dokkes, humas, Slog, dan Propam.
Langkah ini diambil sebagai upaya untuk memperkuat penanganan bencana dan mendukung proses evakuasi, pencarian korban, pelayanan kesehatan, identifikasi korban, hingga pemulihan kondisi masyarakat yang terdampak.
Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas Utama
Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama bagi Polri dalam penanganan bencana gempa di Flores dan sekitarnya. Mereka berkomitmen untuk melakukan evakuasi, memberikan pertolongan kepada korban, serta menangani kebutuhan masyarakat terdampak dengan segera.
Polri akan terus mengikuti perkembangan situasi dan kebutuhan masyarakat terdampak, serta memberikan dukungan maksimal dalam segala aspek penanganan bencana di wilayah tersebut.
Sebelumnya, Polri telah memberikan instruksi kepada jajaran Polda NTT dan Kapolres di wilayah terdampak untuk turun langsung bersama para stakeholder terkait dalam proses evakuasi dan pemberian bantuan kepada masyarakat. Posko-posko bantuan juga sudah didirikan di beberapa lokasi aman sebagai upaya mendukung proses evakuasi dan penyaluran bantuan.


