Prabowo Panggil Airlangga dan Purbaya ke Istana, Efisiensi Anggaran Jadi Sorotan
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis sore, dengan menghadirkan sejumlah pejabat ekonomi kabinet. Di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani. Pertemuan ini mengisyaratkan bahwa pemerintah tengah memperketat pembahasan soal pengelolaan belanja negara di tengah dorongan efisiensi yang makin mengemuka.
Efisiensi Kementerian dan Lembaga Masuk Agenda
Airlangga menyebut salah satu pokok bahasan dalam rapat tersebut adalah efisiensi di lingkungan kementerian dan lembaga pemerintah. Pemerintah, kata dia, juga sedang menghitung skema work from anywhere atau WFA sebagai bagian dari upaya menekan pengeluaran. Opsi itu dipertimbangkan sebagai langkah yang bisa membantu penghematan tanpa mengganggu jalannya pelayanan dan pekerjaan pemerintahan.
APBN dan Subsidi Dibahas Lebih Detail
Sementara itu, Purbaya menegaskan rapat juga akan menyoroti Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN. Pembahasan mencakup kondisi APBN saat ini, termasuk antisipasi terhadap kebutuhan subsidi yang mungkin muncul. Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan langkah pemotongan anggaran kementerian dan lembaga dengan pendekatan yang lebih selektif.
Belanja yang Bisa Ditunda Akan Dievaluasi
Dalam skema efisiensi tersebut, pemerintah disebut akan menunda sejumlah belanja yang dinilai belum mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi. Pengeluaran yang bisa ditahan sementara, termasuk rapat-rapat yang dianggap tidak efektif, menjadi salah satu titik perhatian. Arah kebijakan ini menunjukkan bahwa pemerintah ingin menjaga ruang fiskal tetap aman sekaligus memastikan belanja negara tetap diarahkan pada kebutuhan yang lebih mendesak dan produktif.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.


