Presiden Prabowo Subianto memilih menyambut malam pergantian tahun 2026 bukan di tengah kemeriahan, melainkan bersama para pengungsi di Posko Kesehatan Kodam I/Bukit Barisan, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Di lokasi yang sederhana itu, suasana tahun baru berubah menjadi momen penuh empati ketika kepala negara duduk bersama warga, menyanyikan lagu-lagu nasional, lalu berdoa bersama mereka dan sejumlah pejabat yang hadir.
Prabowo Hadir di Tengah Pengungsi
Kehadiran Prabowo menjadi perhatian karena ia memilih berada di antara warga yang masih bertahan di pengungsian. Ia terlihat berbaur, menyapa satu per satu, dan menjabat tangan para pengungsi dengan hangat. Dalam pertemuan itu, Prabowo juga mendengarkan langsung harapan serta keluhan warga, sembari menegaskan bahwa mereka tidak dibiarkan menghadapi situasi sulit sendirian.
Pesan Harapan di Pergantian Tahun
Di tengah suasana yang jauh dari perayaan meriah, Prabowo menyampaikan doa dan harapan agar tahun 2026 membawa kebaikan bagi semua orang. Pesan itu disampaikan dengan nada yang menekankan solidaritas dan keteguhan, terutama bagi para pengungsi yang sedang berjuang melewati masa berat. Momen tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa perhatian pemerintah tidak berhenti pada simbol, tetapi juga hadir langsung di lapangan.
Didampingi Sejumlah Menteri
Dalam acara tersebut, Prabowo didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara, Menteri Luar Negeri, dan Menteri Pertahanan. Kehadiran para pejabat itu memperkuat kesan bahwa kunjungan ini bukan sekadar seremoni pergantian tahun, melainkan bentuk dukungan nyata kepada warga yang terdampak dan masih membutuhkan perhatian. Dengan berada di sisi para pengungsi, Prabowo berupaya memberi semangat bahwa mereka tetap menjadi bagian dari prioritas negara.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.


