Program Ramadhan Ramah Lingkungan DLH Kota Palu: Langkah Menuju Kelestarian Lingkungan

Program Ramadhan Ramah Lingkungan DLH Kota Palu: Langkah Menuju Kelestarian Lingkungan

Menjelang Ramadhan, Pemerintah Kota Palu mengambil langkah yang tidak hanya berfokus pada ibadah, tetapi juga pada kebersihan kota. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu akan menjalankan program Ramadhan ramah lingkungan dan diet plastik sebagai upaya menekan timbunan sampah yang selama ini menjadi persoalan di ibu kota Sulawesi Tengah.

Surat edaran wali kota jadi dasar gerakan kurangi sampah

Kebijakan tersebut telah disampaikan melalui surat edaran Wali Kota Palu dan akan diberlakukan di sejumlah titik yang rawan menghasilkan sampah plastik, terutama pasar takjil. Dalam aturan itu, masyarakat diimbau lebih disiplin membatasi penggunaan kemasan plastik dan styrofoam sekali pakai. Warga juga didorong membawa wadah sendiri saat berbelanja agar sampah dari aktivitas Ramadhan tidak terus menumpuk.

Langkah ini dipandang sebagai cara sederhana, tetapi berdampak besar bila dijalankan secara konsisten. Di tengah tingginya aktivitas jual beli makanan selama bulan puasa, penggunaan kemasan sekali pakai kerap meningkat tajam. Karena itu, pembatasan sejak awal dinilai penting untuk mencegah volume sampah melonjak lebih jauh.

Masjid dan rumah tangga ikut dilibatkan

Program ini tidak hanya menyasar pasar takjil, pusat kuliner, perkantoran, dan pusat perbelanjaan. Rumah ibadah, khususnya masjid, juga masuk dalam perhatian. Pengurus masjid diminta ikut mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta melakukan pemilahan sampah agar lebih mudah diolah di Tempat Pengelolaan Sampah dan Sampah Seiri.

Di tingkat rumah tangga, pembatasan kemasan plastik juga didorong agar kebiasaan ramah lingkungan tidak berhenti di ruang publik saja. DLH Kota Palu menempatkan keterlibatan warga sebagai kunci utama, sebab keberhasilan program ini sangat bergantung pada perubahan perilaku sehari-hari.

Tekan 170 ton sampah per hari

Upaya ini lahir dari kondisi nyata yang dihadapi Kota Palu. Saat ini, volume sampah di kota tersebut disebut mencapai sekitar 170 ton per hari. Dengan pembatasan plastik sekali pakai dan pengelolaan sampah makanan yang lebih baik, pemerintah berharap jumlah sampah harian bisa ditekan secara bertahap.

Lebih dari sekadar gerakan musiman, program Ramadhan ramah lingkungan diarahkan untuk membangun kesadaran kolektif bahwa kebersihan kota adalah tanggung jawab bersama. Jika dijalankan dengan serius, kebijakan ini diharapkan mampu menghadirkan lingkungan yang lebih bersih, nyaman, dan enak dipandang, sekaligus memperkuat komitmen Palu terhadap kelestarian lingkungan di masa mendatang.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

Berita POpuler

Berita Terkait