Puncak Arus Balik: Volume Kendaraan Capai 250 Ribu!
Puncak arus balik Lebaran 2026 mencatat lonjakan yang tidak biasa. Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menyebut volume kendaraan yang bergerak saat periode ini mencapai 250 ribu kendaraan, angka yang disebutnya sebagai rekor tertinggi sepanjang sejarah. Dibanding tahun sebelumnya, jumlah itu naik 14,8 persen dan menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat usai libur Lebaran.
Arus ke Jakarta Masih Padat
Meski sebagian besar pemudik sudah kembali, arus menuju Jakarta masih terpantau besar. Agus mengatakan sekitar 58 persen kendaraan telah masuk kembali ke ibu kota, sementara kurang lebih 250 ribu kendaraan masih bergerak dari arah Trans Jawa menuju Jakarta. Kondisi ini membuat pengaturan lalu lintas tetap menjadi perhatian utama aparat di lapangan.
Lonjakan tersebut memperlihatkan bahwa arus balik tahun ini tidak hanya ramai, tetapi juga berlangsung dalam skala yang lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. Polri pun menyiapkan skema pengamanan dan pengaturan lalu lintas yang lebih luas untuk menjaga pergerakan kendaraan tetap terkendali.
Operasi Ketupat 2026 Dikerahkan Selama 13 Hari
Untuk mengantisipasi kepadatan, Operasi Ketupat 2026 digelar selama 13 hari dengan dukungan 161.243 personel gabungan. Jumlah itu disiagakan untuk mengawal titik-titik rawan kepadatan sekaligus memastikan kelancaran perjalanan masyarakat selama masa arus balik.
Polri juga menyiapkan 2.746 pos yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu. Kehadiran pos-pos ini diharapkan membantu masyarakat yang membutuhkan informasi, bantuan medis, hingga pengawasan lalu lintas di jalur-jalur utama.
Fokus Pengamanan di Titik Keramaian
Pengamanan tidak hanya diarahkan ke jalan raya, tetapi juga ke sejumlah lokasi yang diperkirakan dipadati masyarakat. Objek yang menjadi perhatian antara lain masjid, lokasi salat Idul Fitri, tempat wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, dan bandara. Dengan sebaran pengamanan itu, aparat berupaya menekan potensi penumpukan massa sekaligus menjaga situasi tetap tertib selama masa arus balik berlangsung.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.


