Ahmad Ali Center Tegaskan Fokus Kemanusiaan di Sulawesi Tengah
PALU, MAL – Sebanyak ribuan relawan Ahmad Ali Center (AAC) berkumpul di Hotel BW Kota Palu pada Jumat, 17 Juli untuk mengikuti acara deklarasi. Acara tersebut menandai perubahan fokus AAC sebagai wadah kemanusiaan dan sosial bagi masyarakat Sulawesi Tengah, dengan melepaskan afiliasi politik.
Ribuan Relawan Bersatu di Hotel BW Kota Palu
Acara deklarasi Ahmad Ali Center dihadiri oleh sekitar dua ribu relawan dari 13 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah. Kehadiran komedian terkenal, Narji, turut memeriahkan acara yang juga dimeriahkan oleh orasi dari pendiri gerakan, Ahmad Ali.
Ketua Umum AAC Provinsi Sulawesi Tengah, Fachrudin Yunus, menegaskan bahwa para relawan yang hadir adalah sukarelawan yang tidak menerima bayaran. AAC sendiri didirikan pada tahun 2018 untuk mendukung pencalonan Ahmad Ali sebagai anggota DPR-RI dan saat itu berhasil meraih suara terbanyak.
“Namun sekarang, AAC adalah pendukung Ahmad Ali yang tidak ingin terlibat dalam politik partai. Kami tidak terafiliasi dengan partai politik manapun,” ujar Fachrudin Yunus.
Ahmad Ali: Mengubah Visi Menjadi Wadah Kemanusiaan
Pendiri Ahmad Ali Center, Ahmad Ali, menjelaskan bahwa pada awalnya, AAC berperan sebagai sayap politik dalam perjalanannya di dunia politik. Namun, kini ia memiliki visi yang berbeda.
“Hari ini, saya ingin menjadikan AAC bukan hanya untuk kepentingan politik. Saya ingin AAC menjadi wadah kemanusiaan bagi masyarakat Sulawesi Tengah,” ungkap Ahmad Ali.
Ahmad Ali menegaskan bahwa deklarasi tersebut tidak bermaksud untuk merendahkan partai politik mana pun. Ia berharap AAC dapat terus berkembang sebagai lembaga yang memberikan manfaat bagi masyarakat Sulawesi Tengah.
Dengan tekad yang kuat, Ahmad Ali berpesan kepada para relawan untuk menjadikan Ahmad Ali Center sebagai lembaga yang bermanfaat bagi orang lain. Ia berharap AAC dapat tumbuh menjadi yayasan atau lembaga yang fokus pada bidang kemanusiaan di masa depan.


