Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menekankan pentingnya peran spiritualitas dan kedekatan dengan masjid dalam membangun kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di daerah tersebut. Dalam kegiatan retret kepala sekolah di Masjid Raya Baitul Khairaat, Anwar Hafid menyoroti bahwa masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat keberkahan yang berdampak positif pada kehidupan masyarakat dan dunia pendidikan. Menurutnya, Sulawesi Tengah memiliki potensi besar untuk menjadi daerah yang diberkahi jika masyarakatnya memakmurkan rumah ibadah, karena keberkahan akan hadir bagi mereka yang berada dekat dengan masjid.
Anwar Hafid juga mengajak para kepala sekolah untuk tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga membangun karakter dan akhlak peserta didik melalui pendekatan spiritual. Ia mendorong sekolah-sekolah untuk lebih aktif mengajak siswa melaksanakan sholat berjamaah dan membiasakan diri dengan nilai-nilai keagamaan. Peran doa dan ketergantungan kepada Tuhan dipandangnya sebagai kunci utama dalam menghadapi berbagai persoalan dalam dunia pendidikan.
Selain itu, Anwar Hafid menegaskan bahwa pendidikan harus ditopang oleh akhlak, keteladanan, dan doa sebagai dasar utama dalam membentuk karakter generasi muda. Ia juga memperkenalkan program “Sulteng Mengaji” sebagai langkah untuk membangun masyarakat yang dekat dengan Al-Qur’an. Anwar Hafid percaya bahwa dengan menjaga nilai-nilai tersebut, berbagai urusan akan dimudahkan dan tujuan pembangunan daerah dapat tercapai.
Retret kepala sekolah merupakan strategi dalam membangun “Sulteng Berkah”, yakni Sulawesi Tengah yang maju secara material dan kuat secara spiritual. Dengan sinergi antara pendidikan dan nilai keagamaan, Anwar Hafid optimis bahwa masa depan pendidikan di Sulawesi Tengah akan semakin baik. Ia berharap bahwa melalui komitmen bersama, pendidikan di daerah tersebut akan terus berkembang serta mengalami peningkatan kualitas yang signifikan di masa yang akan datang.


