Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Tinjau Sarana Asimilasi dan Edukasi di Lapas Warungkiara
Pada Rabu, 10 Juni 2026, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) yaitu Agus Andrianto melakukan kunjungan ke Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Di Lapas tersebut, Menteri Agus meninjau sarana asimilasi dan edukasi yang menjadi pusat pembinaan kemandirian narapidana berbasis pertanian, peternakan, dan perikanan. Program ini juga menjadi contoh keberhasilan dalam menciptakan ketahanan pangan di wilayah Sukabumi.
Upaya Peningkatan Kemandirian dan Produktivitas
Pada kunjungan tersebut, Menteri Agus turut didampingi oleh beberapa tamu penting seperti anggota Komisi XIII DPR RI, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Bupati Sukabumi, dan lainnya. Mereka sempat memanen sayuran hasil binaan seperti terong ungu dan terong hijau. Agus juga memberikan semangat kepada warga binaan untuk tetap optimis dan produktif dalam menjalani kehidupan di dalam maupun di luar lapas.
Dalam penyampaiannya, Menteri Agus menyampaikan apresiasi atas upaya Lapas Kelas IIA Warungkiara dalam mensukseskan program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta transformasi pemasyarakatan. Keberadaan program kemandirian pangan di lapas ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar melalui kegiatan ekonomi yang mereka jalankan.
Optimalisasi Sarana Asimilasi dan Edukasi
Plh. Kanwil Ditjenpas Jawa Barat menjelaskan bahwa Lapas Kelas IIA Warungkiara telah mengoptimalkan sarana asimilasi dan edukasi dengan nama SAE Berkah Mandiri di lahan seluas 3,5 hektare. Program ini meliputi sektor pertanian, peternakan ayam, domba, sapi, perikanan air tawar, serta pengelolaan lingkungan dan ketahanan pangan terpadu. Tujuannya adalah untuk memberikan pembinaan yang lebih dari sekadar aspek keamanan dengan menghasilkan nilai ekonomi tambahan, mendukung ketahanan pangan nasional, serta menciptakan warga binaan yang produktif, mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Kawasan ketahanan pangan tersebut juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti kandang ayam, domba, kolam budidaya ikan, gudang penyimpanan, dan saluran irigasi. Hal ini menjadikan Lapas Warungkiara sebagai pusat pembinaan produktif yang tidak hanya memberikan keterampilan kerja kepada narapidana, tetapi juga menghasilkan komoditas bernilai ekonomi.
Sumber: ANTARA


