Risiko Bencana Pasigala Meningkat: Media Harus Kuatkan Narasi Iklim

Peringatan BMKG: Risiko Bencana Pasigala Semakin Meningkat

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pemantau Atmosfer Global (SPAG), Asep Firman Ilahi, memperingatkan bahwa perubahan iklim merupakan bencana hidrometeorologi dengan dampak yang semakin nyata. Dalam sebuah dialog jurnalis di Kabupaten Sigi, beliau menekankan bahwa risiko bencana Pasigala (Palu, Sigi, Donggala) diperkirakan akan terus meningkat di masa yang akan datang.

Risiko Bencana dan Faktor Penyebabnya

Berbagai potensi bencana seperti gempa bumi, tsunami, likuefaksi, tanah longsor, dan banjir menghadang kawasan Pasigala, dengan perubahan iklim sebagai pendorong utama yang semakin memperparah situasi. Hal ini membuat wilayah tersebut sangat rentan terhadap ancaman bencana.

Salah satu faktor penting yang meningkatkan risiko bencana Pasigala adalah Sesar Palu-Koro, di mana penduduk Pasigala berada di sekitar zona patahan aktif. Faktor lain meliputi topografi wilayah yang dikelilingi pegunungan, kondisi geologi yang rentan terhadap likuefaksi, dan kedekatan kota Palu dengan Teluk Palu yang dapat memperkuat gelombang tsunami.

Strategi Pengurangan Risiko Bencana

Masturidho, Area Manager Sulawesi Tengah Sheep Indonesia, mengungkapkan bahwa pendekatan berbasis kawasan merupakan strategi utama dalam upaya pengurangan risiko bencana di Pasigala. Dua kawasan utama yang difokuskan adalah DAS Palu dan kawasan pesisir Pantai Barat Donggala-Palu.

Perspektif lanskap dianggap penting dalam mengatasi masalah lingkungan dan bencana yang saling terkait antar daerah. Dengan pendekatan ini, diharapkan kerjasama antara berbagai pihak seperti organisasi masyarakat sipil, media, pemerintah, dan masyarakat dapat terus ditingkatkan untuk memperkuat ketahanan terhadap bencana dan perubahan iklim.

Sumber: Media Alkhairaat

Source link

Berita POpuler

Berita Terkait