Krisis pasokan memori akibat permintaan dari perusahaan penyedia kecerdasan buatan (AI) semakin menekan pasar PC dan kartu grafis. Berdasarkan rumor terbaru, Nvidia dan AMD disebutkan tidak akan merilis GPU terbaru hingga paruh kedua 2027. Penundaan ini dikarenakan permintaan yang tinggi dari perusahaan AI dan pembangunan pusat data menyebabkan kapasitas produksi DRAM, NAND, dan HBM telah habis dipesan sejak jauh hari. Selain memengaruhi RAM dan SSD, kekurangan pasokan juga merembet ke GPU yang menggunakan GDDR yang berbagi jalur dengan jenis DRAM lain. Saat ini, produsen memori lebih memprioritaskan pasokan untuk kebutuhan AI karena margin keuntungan yang lebih besar. Inilah yang menjadi alasan Nvidia tidak merilis seri GeForce RTX 50 Super. Padahal, lini Super sebelumnya sering menjadi penyegar produk sebelum arsitektur GPU baru diperkenalkan. Jika rumor ini benar, maka RTX 6000 baru akan diluncurkan sekitar semester kedua 2027, menciptakan jeda sekitar 30 bulan dari generasi sebelumnya. Sebagai gambaran, jarak ini menjadi yang terpanjang dalam sejarah rilis GPU modern Nvidia. Dari perspektif Nvidia, kondisi pasar saat ini dianggap tidak mendesak untuk merilis GPU baru karena biaya memori yang tinggi dan tidak adanya tekanan kompetitif langsung dari AMD dalam waktu dekat. Meskipun begitu, beberapa bocoran mengenai RDNA 5 dari AMD mulai beredar, dengan klaim peningkatan efisiensi dan performa dibandingkan dengan RDNA 4. AMD juga disebut akan bersaing di segmen kelas atas, termasuk dengan GPU flagship Nvidia seperti RTX 6090. Namun, ketergantungan pada kondisi pasar memori global membuat realisasi strategi ini masih terus dipertanyakan. Konsumen PC dan gamer harus bersabar menunggu kehadiran GPU generasi terbaru yang mungkin tertunda. Krisis pasokan memori global yang belum mereda juga berpotensi terus memengaruhi harga dan ketersediaan kartu grafis dalam beberapa tahun ke depan.


