Satgas Madago Raya Sita 8 Senjata Rakitan dan 313 Butir Amunisi Sepanjang 2025
Satuan Tugas Operasi Madago Raya Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah kembali menegaskan bahwa ancaman keamanan di wilayah itu belum sepenuhnya hilang. Sepanjang 2025, tim ini mengamankan delapan pucuk senjata api rakitan dan 313 butir amunisi dari berbagai kaliber, temuan yang dinilai menjadi sinyal bahwa kewaspadaan tidak boleh kendur.
Temuan yang Menunjukkan Ancaman Masih Ada
Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol. Endi Sutendi, menyebut hasil pengamanan tersebut sebagai bukti bahwa potensi gangguan keamanan, termasuk ancaman terorisme, masih perlu diantisipasi secara serius. Menurut dia, keberadaan Satgas Madago Raya bukan sekadar menjalankan operasi rutin, melainkan juga mempersempit ruang gerak pihak-pihak yang berpotensi mengganggu stabilitas daerah.
Dalam operasi itu, petugas tidak hanya menyita senjata api rakitan dan amunisi, tetapi juga sejumlah barang lain yang berkaitan dengan perakitan senjata. Barang bukti yang diamankan mencakup magazen, popor, laras senjata api rakitan, serta air soft gun. Seluruh temuan tersebut memperlihatkan bahwa upaya pengawasan di lapangan masih dibutuhkan secara konsisten.
Fokus Madago Raya: Pencegahan dan Kamtibmas
Operasi Madago Raya selama ini diarahkan pada pencegahan dan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Sasaran utamanya adalah menjaga agar warga bisa beraktivitas tanpa dibayangi rasa khawatir, terutama setelah penindakan terhadap jaringan terorisme di Poso dan sekitarnya.
Endi menegaskan, stabilitas keamanan tidak bisa hanya diserahkan kepada aparat. Ia mengimbau seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk ikut terlibat menjaga suasana kondusif di Sulawesi Tengah. Menurutnya, keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab bersama, karena lingkungan yang aman dan damai hanya bisa terwujud jika semua pihak memiliki kepedulian yang sama.
Ajakan untuk Menjaga Situasi Tetap Kondusif
Dengan masih ditemukannya senjata rakitan dan amunisi dalam jumlah cukup besar, aparat menilai kerja pencegahan harus terus diperkuat. Langkah ini penting agar ruang gerak kelompok yang mengancam keamanan semakin sempit dan masyarakat tetap terlindungi. Di tengah upaya menjaga ketenangan wilayah, sinergi antara aparat, pemerintah daerah, dan warga menjadi kunci agar situasi kamtibmas tetap terkendali.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.


