Satgas Operasi Ketupat: Pengamanan Arus Balik Lebaran di Pantoloan

Satgas Operasi Ketupat Perketat Pengamanan Arus Balik Lebaran di Pelabuhan Pantoloan

Arus balik Lebaran 2026/1447 Hijriah di Pelabuhan Pantoloan, Kota Palu, mendapat pengawasan ketat dari Satuan Tugas Operasi Ketupat Tinombala Polda Sulawesi Tengah. Pengamanan ini digelar untuk memastikan pergerakan penumpang berlangsung aman, tertib, dan tidak menimbulkan hambatan di titik kedatangan maupun keberangkatan kapal.

Fokus Pengamanan di Tengah Ramainya Penumpang

Kapolsek KP3 Pantoloan, Ipda Moh Pandu Aupan, menegaskan bahwa prioritas utama operasi adalah memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh penumpang yang melintas di pelabuhan. Karena itu, personel disiagakan tidak hanya di area dermaga, tetapi juga di terminal penumpang dan sejumlah titik rawan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Pengamanan arus balik ini melibatkan kerja sama lintas instansi, mulai dari kepolisian, TNI, KSOP, Syahbandar, Basarnas, hingga pengelola pelabuhan. Pola pengawasan terpadu tersebut dipakai agar setiap aktivitas kedatangan dan keberangkatan kapal bisa terpantau dengan baik, terutama saat jumlah penumpang meningkat dalam waktu bersamaan.

KM Dorolonda Jadi Perhatian Petugas

Salah satu fokus pengamanan dilakukan saat Kapal Motor KM Dorolonda tiba dari Balikpapan dengan tujuan Bitung. Kapal itu datang membawa 889 penumpang dan langsung memicu aktivitas padat di kawasan pelabuhan. Berdasarkan data pos pengamanan, 512 penumpang turun di Pantoloan, 377 penumpang tetap melanjutkan perjalanan, sementara 40 penumpang naik dari pelabuhan tersebut.

Kondisi ini membuat petugas harus bergerak cepat mengatur arus penumpang agar tidak terjadi penumpukan. Pengawasan juga diarahkan untuk meminimalkan potensi gangguan, termasuk saat penumpang membawa barang bawaan dalam jumlah besar dan berpindah dari kapal ke area terminal.

Antisipasi Kriminalitas Selama Arus Balik

Selain memastikan kelancaran lalu lintas penumpang, Satgas Operasi Ketupat Tinombala juga menaruh perhatian pada pencegahan tindak kriminalitas, seperti pencopetan dan aksi premanisme. Imbauan kepada masyarakat terus disampaikan agar penumpang tetap waspada terhadap barang bawaan, mengikuti arahan petugas, dan tidak lengah di tengah situasi pelabuhan yang padat.

Dengan pengamanan yang melibatkan banyak unsur, Pelabuhan Pantoloan diharapkan tetap menjadi jalur arus balik yang tertib dan aman selama masa Lebaran 2026. Sinergi antarpetugas menjadi kunci untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat yang kembali ke daerah tujuan masing-masing setelah libur panjang.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

Berita POpuler

Berita Terkait