SATRIA Mulai Bentuk Kepengurusan di Sigi, Irwan Lapatta Dorong Konsolidasi Cepat
Pembentukan kepengurusan SATRIA di Kabupaten Sigi resmi bergerak dari tahap wacana ke konsolidasi nyata. Proses itu diawali dengan buka puasa bersama pada Selasa (17/3) di kediaman Ketua SATRIA Sulawesi Tengah, Mohamad Irwan Lapatta. Momentum tersebut menjadi pintu masuk penyusunan struktur organisasi di tingkat kabupaten, dengan Sigi sebagai salah satu daerah yang paling awal dipersiapkan.
Struktur Sigi Hampir Rampung
Meski belum seluruh kecamatan terlibat dalam pertemuan awal, susunan kepengurusan SATRIA di Kabupaten Sigi disebut sudah hampir selesai. Dalam struktur yang tengah dibangun itu, Ade Nofaldi disiapkan sebagai Ketua SATRIA Kabupaten Sigi, sedangkan posisi sekretaris akan diisi Taslim. Formasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat organisasi di daerah sebelum struktur provinsi difinalkan.
Irwan menjelaskan, nama-nama yang masuk dalam kepengurusan bukan orang baru baginya. Mereka, kata dia, sudah lama terlibat dalam berbagai proses pengabdian di Sigi. Karena itu, pembentukan pengurus dinilai berjalan lebih mudah, meski tetap membutuhkan penyelarasan dengan daerah lain di Sulawesi Tengah.
Target Dua Bulan untuk Seluruh Kabupaten/Kota
Menurut Irwan, pembentukan SATRIA tidak hanya difokuskan di Sigi, tetapi juga menyasar sejumlah kabupaten dan kota lain di Sulawesi Tengah. Ia berharap seluruh kepengurusan di daerah bisa rampung dalam dua bulan ke depan agar struktur di tingkat provinsi segera mendapat bentuk final. Setelah itu, pengusulan SK dapat dilakukan tanpa berlarut-larut.
Di hadapan para pengurus, Irwan juga menegaskan posisi SATRIA sebagai organisasi sosial dan advokasi masyarakat, bukan organisasi politik. Penegasan ini penting untuk menjaga arah gerak organisasi agar tetap fokus pada kerja-kerja kemasyarakatan.
Didukung Pengurus dengan Latar Organisasi Beragam
Irwan menyebut, sebagian pengurus yang kini bergabung memiliki latar belakang organisasi dan partai sebelumnya, termasuk Golkar. Namun, mereka memilih bergabung ke SATRIA untuk memperkuat gerakan sosial dan advokasi yang sedang dibangun. Baginya, keberagaman latar belakang tersebut justru menjadi modal untuk memperluas jejaring dan memperkuat kerja lapangan.
Ia optimistis, selama koordinasi berjalan baik, pembentukan kepengurusan SATRIA di Sulawesi Tengah bisa selesai sesuai target. Irwan juga menaruh harapan agar seluruh proses administrasi dan penetapan SK dapat segera disusulkan setelah struktur di kabupaten/kota benar-benar terbentuk.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.


