Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Pemkab Parimo) sedang bergerak untuk mengatasi kekurangan tenaga kesehatan dan pendidik. Kekurangan ini dikhawatirkan akan berdampak pada pelayanan dasar kepada masyarakat. Dalam menyikapi hal ini, Sekretaris Daerah Parimo, Zulfinasran, telah melakukan audit kebutuhan pegawai, terutama di sektor kesehatan. Hasil audit tersebut menunjukkan bahwa Pemkab Parimo akan merekrut tenaga di luar skema CPNS dan PPPK untuk memenuhi kebutuhan mendesak di rumah sakit.
Langkah ini diambil secara sementara untuk memastikan layanan kesehatan tetap optimal, sambil menunggu kebijakan lanjutan dari pemerintah pusat terkait pengisian formasi ASN. Sementara itu, sektor pendidikan juga mendapat perhatian dengan menjalin koordinasi dengan Kementerian Pendidikan untuk mengatasi kekurangan guru di sekolah-sekolah. Meskipun ada opsi rekrutmen alternatif, seluruh formasi ke depan tetap akan melalui skema PPPK.
Pemkab Parimo juga sedang mempersiapkan penerapan sistem manajemen talenta sebagai bagian dari reformasi birokrasi. Melalui sistem tersebut, seluruh aparatur sipil negara diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan kompetensinya. ASN yang belum menunjukkan peningkatan kinerja berpotensi mengalami penurunan jabatan. Zulfinasran mengajak seluruh pegawai untuk terus mengembangkan kompetensi dan menyiapkan kader penerus di setiap unit kerja agar pelayanan publik tetap optimal.


