Sorot DPRD Sulteng Terhadap Kematian Pekerja di PT Hengjayadi Morowali
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tengah menyoroti keras kematian seorang pekerja di PT Hengjaya, Morowali. Kasus ini tidak hanya dipandang sebagai persoalan kecelakaan kerja, tetapi juga memunculkan dugaan adanya pelanggaran yang lebih serius dan terstruktur. Bagi DPRD, peristiwa tersebut menyangkut nyawa manusia dan tidak boleh diperlakukan sebagai urusan administratif belaka.
Diduga Bukan Sekadar Kecelakaan Kerja
Dalam pembahasan yang mengemuka, DPRD Sulteng menilai ada indikasi kuat bahwa kasus kematian pekerja itu perlu diusut lebih dalam. Sorotan utama tertuju pada kemungkinan adanya pelanggaran hukum yang sistematis, sehingga proses penanganannya tidak bisa dilakukan setengah hati. Kasus ini dinilai berpotensi membuka fakta-fakta yang selama ini belum terungkap ke publik.
Perhatian juga tertuju pada perlakuan perusahaan terhadap jenazah korban. Cara penguburan yang disebut menggunakan karung menuai kecaman karena dianggap tidak manusiawi dan mencederai martabat korban maupun keluarga yang ditinggalkan. Bagi sejumlah pihak, tindakan itu bukan hanya soal prosedur, melainkan menyangkut penghormatan dasar terhadap manusia.
DPRD Minta Penyelidikan Tanpa Intervensi
Sekretaris Komisi III DPRD Sulteng menegaskan bahwa penyelidikan atas kasus ini harus dilakukan secara profesional, transparan, dan tanpa campur tangan pihak mana pun. Ia menolak segala bentuk upaya menutup-nutupi fakta, karena langkah semacam itu hanya akan memperburuk kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum dan penanganan keselamatan kerja.
Menurut DPRD, keterbukaan menjadi kunci agar penyebab pasti kematian pekerja dapat diketahui secara jelas. Tanpa investigasi yang jujur, keluarga korban akan terus dibayangi pertanyaan, sementara masyarakat berhak mengetahui apakah ada unsur kelalaian, pelanggaran prosedur, atau persoalan lain yang ikut berperan dalam peristiwa tersebut.
Desakan Transparansi dari Keluarga dan Publik
Kasus ini memunculkan kekhawatiran luas, terutama dari pihak keluarga korban dan masyarakat yang mengikuti perkembangan peristiwa di Morowali. Mereka mendesak agar proses investigasi tidak berhenti pada kesimpulan cepat, melainkan benar-benar menelusuri penyebab kematian secara menyeluruh. Tekanan publik kini mengarah pada satu hal: kejelasan, bukan sekadar pernyataan formal.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.


