Strategi BKPRMI untuk Memperkuat RISMA dalam Mitigasi Bencana

DPD Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Sigi menempatkan remaja masjid bukan sekadar sebagai penggerak kegiatan keagamaan, tetapi juga sebagai barisan awal yang siap terlibat saat bencana datang. Melalui Risma Camp 2026, BKPRMI Sigi merancang penguatan anggota RISMA dari sisi kelembagaan, kepemimpinan, hingga kesiapsiagaan lapangan, dengan penekanan kuat pada mitigasi bencana.

Risma Camp 2026 Digelar di Paneki Teduh

Kegiatan tersebut berlangsung di objek wisata Paneki Teduh, Desa Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru, pada Jumat hingga Ahad, 23-25 Januari. Pesertanya berasal dari perwakilan setiap Risma desa di Kabupaten Sigi. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa program ini tidak hanya menyasar pembinaan internal, tetapi juga mendorong jejaring remaja masjid di tingkat desa agar lebih solid dan terarah.

Ketua DPD BKPRMI Kabupaten Sigi, Taslim Tangurante, mengatakan Risma Camp dirancang untuk membangun kapasitas anggota RISMA secara lebih menyeluruh. Menurut dia, para remaja masjid perlu memahami bagaimana merespons keadaan darurat, memberi bantuan, dan membaca kebutuhan masyarakat ketika bencana terjadi.

Mitigasi Bencana Jadi Materi Utama

Untuk memperkuat pemahaman itu, BKPRMI Sigi menghadirkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sigi sebagai pemateri. Taslim menegaskan, bekal tentang mitigasi bencana sangat penting agar anggota RISMA tidak hanya punya semangat membantu, tetapi juga tahu cara bertindak dengan tepat saat turun langsung ke lokasi bencana.

Ia menilai, keterlibatan remaja masjid dalam situasi darurat akan lebih efektif jika dibarengi pengetahuan dasar tentang penanganan bencana. Dengan begitu, bantuan yang diberikan tidak sekadar cepat, tetapi juga aman dan sesuai kebutuhan lapangan.

Rangkaian Kegiatan dan Kolaborasi Lintas Lembaga

Selain materi kebencanaan, Risma Camp 2026 juga diisi kemah edukasi remaja, leadership, outbond, bakti sosial, penghijauan, dan simulasi rescue. Seluruh rangkaian ini disusun untuk membentuk karakter relawan muda yang disiplin, tangguh, dan peka terhadap lingkungan sekitar.

Kegiatan tersebut merupakan kerja sama BKPRMI Kabupaten Sigi dengan BPBD Sigi, Brigade Masjid, dan Lembaga Pembinaan Pemuda dan Remaja Masjid (LPPRM). Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran RISMA dalam kegiatan sosial dan mitigasi bencana, sekaligus mendorong kualitas kerelawanan mereka agar lebih siap menghadapi kebutuhan masyarakat di lapangan.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

Berita POpuler

Berita Terkait