Studi Kasus UIN Datokarama: Pendidikan Keagamaan di Desa Terpencil Sulteng

Penelitian Akses Pendidikan Keagamaan di Desa Terpencil Sulteng

Tim peneliti dari UIN Datokarama kembali melaksanakan survei lapangan di Desa Adat Balamoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), mulai 21 hingga 24 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memetakan akses masyarakat terhadap pendidikan keagamaan di wilayah tertinggal.

Fokus Penelitian

Survei lapangan tersebut merupakan bagian dari penelitian yang didanai melalui program MORA THE AIR FUND Kementerian Agama-LPDP. Ketua tim riset, Nurhayati, menjelaskan bahwa Desa Balamoa dipilih karena memiliki dinamika sosial dan keagamaan yang berbeda dari wilayah lain di Sulawesi Tengah.

“Desa Balamoa memiliki karakteristik sosial yang unik, terutama dalam melihat bagaimana masyarakat mengakses layanan pendidikan keagamaan di wilayah yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur dan akses pelayanan publik,” ujar Nurhayati pada Kamis (21/5).

Metode Penelitian

Penelitian tahap kedua dilakukan setelah riset awal pada Maret 2026 di lokasi yang sama. Tahap pertama menitikberatkan pada identifikasi aktor-aktor keagamaan, baik tokoh informal maupun lembaga keagamaan yang berperan di tengah masyarakat. Pada tahap lanjutan, tim peneliti menggunakan metode survei lapangan untuk memperoleh data lebih luas mengenai kondisi akses pendidikan keagamaan masyarakat.

Selain di Desa Balamoa, penelitian juga dilakukan di Desa Pakava, Kabupaten Donggala, yang merupakan wilayah terpencil di Sulteng. Harapannya, penelitian tersebut dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah dan pemangku kepentingan guna memperluas pemerataan akses pendidikan keagamaan, terutama bagi masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.

Penelitian ini juga diharapkan menjadi bahan akademik dalam melihat tantangan layanan pendidikan keagamaan di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur dan pelayanan publik.

Source link

Berita POpuler

Berita Terkait