Telkomsel Tanam 2.000 Pohon Mangrove di Kabupaten Donggala
Telkomsel baru-baru ini melaksanakan kegiatan penanaman 2.000 pohon mangrove di Desa Mapane Tambu, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan dan penguatan mitigasi bencana di wilayah pesisir.
Upaya Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Manajer CSR Lingkungan dan Ekosistem Telkomsel, Rifki Sya’bani, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026. Telkomsel Jaga Bumi Movement dilaksanakan di berbagai wilayah di Indonesia untuk melibatkan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Rifki menekankan bahwa perusahaan ingin memberikan wadah kolaborasi bagi setiap individu, khususnya generasi muda, untuk berkontribusi dalam melestarikan bumi dan menciptakan dampak positif bagi generasi mendatang.
Dampak Positif Penanaman Mangrove
Penanaman mangrove di Desa Mapane Tambu melibatkan sekitar 50 relawan, termasuk karyawan Telkomsel, perwakilan masyarakat, mahasiswa, dan komunitas lokal lainnya. Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan sesi diskusi mengenai sejarah kebencanaan di Teluk Tambu.
Rifki menjelaskan bahwa keberadaan hutan mangrove memiliki beragam manfaat, mulai dari penyerapan emisi karbon, pencegahan abrasi pantai, hingga menjaga ekosistem biota laut dan kawasan muara. Selain itu, mangrove juga berperan sebagai benteng alami dalam mitigasi bencana, terutama tsunami.
Di samping manfaat ekologisnya, hutan mangrove juga berpotensi memberikan dampak ekonomi positif melalui pengembangan wisata alam dan edukasi lingkungan berkelanjutan bagi masyarakat setempat.
Melalui inisiatif ini, Telkomsel berharap partisipasi masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan semakin meningkat untuk mendukung pengurangan emisi karbon, perlindungan ekosistem pesisir, dan pembangunan yang berkelanjutan di Sulawesi Tengah.


