Waketum MUI : Pemimpin Harus Adaptif di Era Transformasi Digital

Waketum MUI Mendorong Pemimpin untuk Beradaptasi dengan Transformasi Digital

Menurut Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Marsudi Syuhud, pemimpin harus mampu beradaptasi dengan transformasi digital dan mampu menghasilkan karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat dan organisasi. Marsudi menyampaikan pendapat ini pada acara Silaturahmi Nasional Majelis Alumni IPNU dengan tema “Kepemimpinan NU yang Adaptif terhadap Perubahan Sosial” di Jakarta.

Pentingnya Adaptasi Terhadap Teknologi

Marsudi menegaskan bahwa digitalisasi bukan sekadar tren, melainkan instrumen penting dalam tata kelola organisasi modern dan dakwah masa kini. Perkembangan teknologi digital merupakan bagian dari perubahan sosial yang harus direspons oleh pemimpin dalam pengelolaan organisasi dan pelaksanaan dakwah. Kemampuan untuk beradaptasi dengan teknologi juga diperlukan untuk membangun komunikasi yang efektif dengan generasi muda yang tumbuh di era digital ini.

Meninggalkan Legacy yang Bermakna

Selain kemampuan beradaptasi, Marsudi juga menekankan pentingnya bagi setiap pemimpin untuk meninggalkan karya nyata yang manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat dan organisasi. Menurutnya, seorang pemimpin, baik di tingkat rumah tangga, organisasi, maupun negara, harus meninggalkan sebuah legacy yang bermanfaat. Hal ini dianggap sebagai sebuah kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap pemimpin.

Marsudi juga menyoroti pentingnya kemampuan pemimpin dalam membangun gagasan, menyatukan perbedaan, dan mendorong kerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan. Menurutnya, perpaduan antara nilai kepemimpinan yang kuat dan kemampuan memanfaatkan teknologi secara bijak sangat diperlukan agar organisasi kemasyarakatan dan keagamaan tetap relevan dan mampu merespons perubahan kebutuhan masyarakat.

Source link

Berita POpuler

Berita Terkait